Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Parah! Mobdin Dikembalikan Lecet-lecet dan Stop Lamp Pecah

09 Agustus 2017, 16: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Mobdin Toyota Corolla Altiz dikembalikan dewan dalam kondisi stop lamp pecah.

Mobdin Toyota Corolla Altiz dikembalikan dewan dalam kondisi stop lamp pecah. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kendaraan atau mobil dinas (mobdin) anggota DPRD Kabupaten Mojokerto yang telah dikembalikan ke sekretariat dewan, rata-rata mengalami kerusakan ringan. Ada yang lecet-lecet ada pula yang stop lamp pecah.

Diketahuinya kondisi kendaraan ini setelah pegawai sekwan melakukan inventarisir dan memeriksa kondisi, serta kelengkapan surat-surat kendaraan. Inventarisasi itu, untuk mengetahui  bodi kendaraan yang mengalami lecet-lecet dan hampir menjamah seluruh kendaraan.

Namun, yang paling mencolok, kendaraan Corolla Altiz bernopol S 1465 SP. Mobil keluaran 2011 tersebut, tak sekadar terlihat tak terawat, tapi kondisi lampu belakang diketahui pecah. ’’Tidak tahu sebabnya. Yang jelas, saat dibawa ke sini, sudah seperti ini,’’ ujar salah satu pegawai yang melakukan pemeriksaan.

Kendaraan yang semula dipakai Edy Ikhwanto ini baru dikembalikan ke sekwan sehari setelah masa berakhirnya pengembalian mobdin bersama dua kendaraan lain. Dia tak sendirian. Kendaraan lain yang juga dikembalikan usai deadline adalah Kijang GLX biasa dimanfaatkan politisi asal PKS Ina M, dan Toyota Avanza yang dikenakan Ainur Rosyid.

Hingga saat ini, terdapat dua anggota dewan yang masih belum mengembalikan kendaraan. Mereka adalah politisi PAN, Santoso dan Sipon Diharjo asal PDIP. Lima orang yang mengembalikan kendaraan di luar batas akhir pengembalian, dipastikan tak akan mendapat tunjangan transportasi.

’’Batasannya 7 Agustus. Tidak ada toleransi. Dan kami menganggap, yang tidak mengembalikan berarti lebih memilih opsi B. Yaitu kendaraan dinas,’’ tegas Plt Sekwan Bambang Eko Wahyudi.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia