Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Journey
Pulau Tabuhan

Surga Kecil di Selat Bali

04 Agustus 2017, 20: 00: 03 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pengunjung menikmati panorama alam bawa laut.

Pengunjung menikmati panorama alam bawa laut. (Ist/Radar Mojokerto)

BANYUWANGI dikenal dengan berbagai wisata baharinya yang cukup memikat. Setelah pantai Plengkung dan pantai Pulau Merah yang mendunia, kini ada lagi kawasan wisata bahari yang tampaknya bakal segera mencuat namanya, yakni pulau Tabuhan.

Kendati masih asing terdengar di kalangan wisatawan, namun pesona pulau Tabuhan sudah begitu memikat para penggemar olahraga bahari. ’’Pantainya benar-benar asyik untuk snorkling dan diving,” kata Andy Prastya, traveler dari Mojokerto. Selain pantainya yang bersih, ombaknya pun dinilainya cukup bersahabat untuk olahraga air.

Terletak persis di tengah laut selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dan Bali, pulau Tabuhan masuk dalam wilayah administrasi pemerintahan kabupaten Bayuwangi. Persisnya berada di desa Bangsring, kecamatan Wongsorejo.

Untuk menuju lokasi eksotis ini pun sebenarnya tak sulit. ’’Kalau dengan jalan darat, kita bisa bawa mobil atau cukup naik bis jurusan Surabaya - Banyuwangi. Kemudian turun di pantai Bangsring,” jelas Andy yang berangkat bersama ketiga temannya. Untuk mencapai pantai Bangsring sendiri, Andy dan teman-temannya membutuhkan waktu sekitar 8 jam perjalanan dari Mojokerto.

Setelah sampai pantai Bangsring, mereka kemudian melanjutkan dengan menyewa perahu menuju pulau tabuhan. ’’Setelah beristirahat dan makan ikan bakar, kami menyewa perahu menuju pulau Tabuhan. Tarifnya hanya Rp 500 ribu rupiah untuk sekali jalan,” imbuhnya. Tarif perahu ini terbilang cukup murah. Mengingat kapasitas perahu yang bisa menampung sekitar 10 orang penumpang.

Sekitar 45 menit berlayar, hamparan keindahan pasir pantai segera menyambut mereka. Tak hanya itu, jika memasuki kawasan hutan pulau seluas sekitar 5 hektar tersebut, wisatawan akan disuguhi rangkaian keindahan satwa dan tanaman langka yang dengan baik. Sesudah menikmati keindahan flora dan fauna pulau ini, Andy dan teman-temannya melanjutkan turnya dengan menuju ke tengah laut lepas pulau Tabuhan. 

’’Disini kita bisa snorkling dan diving dengan sepuasnya. Apalagi pemandangan bawah laut dan terumbu karangnya sangat indah. Namun ingat, kita harus tetap mewaspadai arus gelombang dan angin kencangnya,” pesan Andy.

Tak berhenti di situ, sore hari dalam perjalanan kembali ke pantai Bangsring pun mereka mendapat lagi suguhan istimewa.Oleh nahkoda perahu, mereka diajak ke rumah apung yang terletak di pantai Bangsring. Disini, mereka mendapat kesempatan untuk berenang bersama kawanan hiu yang sudah jinak. ’’Benar-benar pengalaman yang exciting. Berenang dengan hiu membuat kami sangat terkesan. Rasanya ingin kembali lagi kesini,”seru Andy.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia