Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Sssttt... Kejanggalan Proyek Rp 2,6 Miliar Dilirik Kejaksaan

03 Agustus 2017, 20: 30: 02 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Ist/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pemasangan saluran air PDAM Kota Mojokerto di tahun 2015 lalu, diam-diam diusik Kejaksaan Negeri (Kejari). Korps Adhyaksa ini mencurigai adanya kejanggalan atas proyek senilai Rp 2,6 miliar.

Saat ini, sejumlah pejabat dikabarkan sudah dimintai keterangan oleh penyidik di Kejari Kota Mojokerto. Mereka tak sekadar memberikan keterangan. Namun, harus mampu memenuhi data yang dikehendaki penyidik. ’’Ada beberapa direksi yang sudah dipanggil dan dimintai data,’’ ujar salah satu pejabat di lingkungan Pemkot Mojokerto, Rabu (2/8).

Ditegaskan dia, terjunnya Kejari Kota Mojokerto ke perusahaan penyedia air bersih itu bukan tanpa sebab. Kecurigaan mencuat bisa dilihat dari kondisi perusahaan yang nyaris tak pernah untung. Suntikan dana hingga miliaran rupiah selama beberapa tahun, tak membuat perusahaan daerah ini sehat. Bahkan, kondisinya kian terpuruk. Untung tak pernah, kerugian selalu rutin terjadi tiap tahun.

Terjunnya kejari ke PDAM ini tak dibantah Kasi Intelijen Kejari Kota Mojokerto Ali Munip. Dia mengatakan, penyidik telah turun dan masih melakukan pengumpulan data dan meminta keterangan saksi-saksi. ’’Itu masih pulbaket,’’ terangnya singkat. Soal indikasi atau temuan selama pulbaket tersebut, Munip enggan menceritakannya. ’’Nanti ya. Kalau memang sudah jelas, tentu akan kita buka semua. Saat ini, belum waktunya,’’ papar mantan Kasi Intel Kejari Magetan ini.

Ia hanya menegaskan, jika di tahun 2015 telah muncul proyek pemasangan saluran pipa PDAM ke rumah-rumah warga. Di proyek inilah, penyidik menemukan keganjilan dan akhirnya memutuskan untuk turun dan melakukan penyelidikan. Sementara itu, sumber lain di Kejari Kota Mojokerto menyebutkan, penyidik tengah fokus mendalami proyek saluran pengembangan air minum (SPAM) di tahun 2015 silam.

Tertera pada situs eproc.pu.go.id, proyek SPAM merupakan proyek yang didanai APBN di bawah Dirjen Cipta Karya. Sedang satuan kerjanya, yakni Satuan Kerja Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Provinsi Jawa Timur. Pekerjaan konstruksi yang ditenderkan itu dimenangkan PT. RJMG Sampang, Madura dengan nilai kontrak Rp 2,662 miliar.

Dari tanggal kontrak 5 Mei 2015, penyelesaian proyek ditentukan 210 hari.

Proyek ini pernah mencuat lantaran konstruksi tepat di sebelah jembatan Pulorejo, mengalami ambruk. Pada bagian plengsengan ambruk menjorok ke Kali Brangkal. ’’Kalau ambruknya proyek ini, sudah diselesaikan oleh rekanan. Ada yang lain kok,’’ papar Munif.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia