Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dispendik: Kami Anggap Tak Mampu Jadi Kepala Sekolah

27 Juli 2017, 19: 00: 03 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Jawapos.com)

MOJOKERTO - Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Wilayah Kabupaten Mojokerto, Arif Khamzah menyatakan, pihaknya tegas melarang sekolah menarik iuran lain selain SPP. Itupun nominalnya harus sesuai SE Gubernur Jatim Soekarwo.

Arif menjelaskan, selama tahun ajaran 2017/2018 ini, sekolah diminta memaksimalkan sumber pendanaan dari SPP dan dana bantuan pemerintah pusat melalui BOS. ”Di-manage secara maksimal dulu pengelolaannya dari BOS dan SPP itu,” katanya.

Apabila sekolah merasa masih membutuhkan dana tambahan lain untuk kebutuhan operasional, dia menyarankan agar menyusun dalam RKAS. Kemudian diusulkan ke Cabang Dispendik Provinsi Jatim. ”Dari RKAS itu nanti berapa kebutuhannya akan kita sampaikan ke provinsi,” ujarnya. Jika provinsi menyetujui, sekolah bisa melakukan sosialisasi dengan wali murid. ”Sepanjang belum ada petunjuk, sekolah tidak boleh memutuskan sendiri. Karena akan membebani orang tua dan siswa,” terangnya.

Dia menyatakan, semua bentuk pengelolaan keuangan dari satuan pendidikan harus dikomunikasikan dalam bentuk RKAS. Arif mengaku, hingga saat ini belum ada sekolah yang menyerahkan ke cabang dinas sebagai bentuk pengusulan. ”Masih belum ada,” jelasnya.

Namun, dia tidak menampik sudah mendapat laporan dari sejumlah wali murid terkait adanya tarikan di luar SPP. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk kontrol masyarakat kepada sekolah. Karenanya, pihaknya akan menindak tegas apabila sekolah terbukti melakukan pelanggaran. ”Karena kami sudah berkali-kali mengingatkan,” tandasnya.

Dia menambahkan, apabila orang tua atau siswa merasa ada penarikan lain diharap melaporkan ke cabang dinas provinsi. ”Kalau tidak bisa mengikuti kebijakan Gubernur, berarti kami anggap sudah tidak mampu menjadi kepala sekolah,” pungkasnya.  

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia