Minggu, 21 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Terinspirasi Adegan Reog, Jilatan Api dari Bahan Tiner

24 Juli 2017, 16: 30: 02 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sudah empat hari ini Reyhan menjalani perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Sudah empat hari ini Reyhan menjalani perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Permainan berbahaya yang dilakukan Muhammad Reyhan Apriliano, 8, bersama 11 temannya dilakukan karena terinspirasi dari salah satu adegan pertunjukkan reog yang telah ditontonnya. Pertunjukkan itu digelar di Dusun Candi, Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, sehari sebelum siswa SD kelas II itu terbakar.

Pariani, 52, ibu korban menuturkan, sebelum kejadian nagas yang menimpa anak kelimanya itu, Reyhan memang bersama temannya menonton pertunjukkan kesenian Reog Ponorogo di desanya. "Dalam reog itu ada atraksi menyemburkan api, mungkin anak-anak mau meniru atraksi itu," terangnya ditemui di ruang perawatan anak Kencono Wungu, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Senin (24/7).

Hanya saja, jika pada adegan reog api disemburkan dengan mulut, namun anak-anak memilih cara sendiri. Yakni, menggunakan alat semprot dari botol bekas minyak wangi. Parahnya lagi, sebagian dari mereka memasukkan cairan tiner sebagai bahan bakarnya.

Menurut Pariani, cairan yang lazim digunakan campuran cat minyak tersebut didapat dari rumahnya sendiri. "Tanpa sepengatahuan anak saya (Reyhan) ada salah satu teman yang mengambil tiner dari rumah saya," terangnya. Cairan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam botol bekas minyak wangi semprot. Oleh sebab itu, dia menduga akibat tiner itulah anaknya mengalami luka bakar serius di wajah, leher dan dada bagian atas. "Kalau dibanding dengan minyak tanah, tiner kan lebih cepat terbakar," tandasnya.

 Sekadar diketahui, Reyhan harus dirawat intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto sejak Kamis (20/7) karena mengalami luka bakar serius. Luka itu didapat akibat ulahnya bermain api yang disemburkan temannya. Musibah itu terjadi pada Kamis (20/7) sore jelang Magrib. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia