Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mayoritas Pedagang Pilih Bertahan

F
Penulis: Fendy Hermansyah❯
BERTAHAN: Pasar kaget Ramadan di Jalan Suromurukan Perumahan CSE, Kelurahan Surodinawan, tetap ramai PKL musiman, kemarin (12/4).
BERTAHAN: Pasar kaget Ramadan di Jalan Suromurukan Perumahan CSE, Kelurahan Surodinawan, tetap ramai PKL musiman, kemarin (12/4).
Tetap Buka Lapak di Jalan Suromulang

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kelurahan Surodinawan melunak terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) pasar Ramadan di wilayahnya. Karena sebagian besar pedagang musiman di bulan suci itu memilih untuk bertahan. Akibatnya, lokasi yang disiapkan di Jalan Ketidur pun tampak lengang karena pedagang enggan untuk boyongan.

Sebelumnya, Kelurahan Surodinawan mengeluarkan surat edaran (SE) yang meminta PKL pasar kaget Ramadan untuk pindah dari Jalan Suromulang Perumahan Citra Surodinawan Estate (CSE) pada 4 April. Pedagang dadakan tersebut disiapkan lokasi baru di Jalan Ketidur di depan Pasar Rakyat Ketidur.

Namun, tempat yang telah diberi tanda berupa petak stan berdagang tersebut hanya terisi segelintir pedagang. ’’Memang sebagaian sudah ada yang mau pindah, tapi tidak banyak. Sebagian lainnya masih sulit,’’ terang Lurah Surodinawan Riaji, Selasa (12/4).

Kendati demikian, pihaknya memilih untuk tidak melakukan tindakan yang lebih represif. Sejauh ini, Riaji mengaku hanya melakukan sosialisasi kepada PKL untuk pindah ke Jalan Ketidur. Sebab, keberadaan pedagang di pasar kaget Ramadan di sepanjang Jalan Suromulang Perumahan CSE dinilai menganggu akses jalan warga sekitar. ’’Jadi, sementara kita khususkan untuk menertibkan yang mangkal di depan rumah penduduk yang kita kondisikan untuk pindah,’’ paparnya.

Sedangkan sebagian pedagang lainnya tetap diperbolehkan untuk tetap melakukan kegiatan usaha selama bulan Ramadan. Dengan catatan tidak membuka lapak di jalan raya dan di depan rumah warga. ’’Karena ini berkaitan dengan urusan ekonomi, jadi masih kita toleransi sepanjang tidak mengangu akses jalan rumah penduduk,’’ tandasnya.

Meski begitu, pihak kelurahan tetap melakukan pemantauan rutin keberadaan pasar kaget hingga Lebaran nanti. Langkah itu untuk mengantisipasi agar jumlah PKL tidak bertambah membeludak.

Mengacu Ramadan 2021 lalu, jumlah pedagang dadakan di sepanjang Jalan Suromulang Perumahan CSE mencapai 170 stan. Namun, Riaji menyebut hingga pekan kedua bulan suci 1443 ini, kepadatan pedagang sedikit terurai setelah beberapa PKL memindah lapak ke Jalan Ketidur. ’’Kalau nanti memang dibutuhkan penertiban lebih lanjut, kita akan serahkan ke Satpol PP. Karena tupoksi kita bukan untuk penegakan perda, tapi hanya memberikan sosialisasi saja,’’ pungkasnya. (ram/abi)



Advertisement
Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer