Senin, 23 Jul 2018
radarmojokerto
icon featured
Jangan Baca

Jodoh Ketigaku Ternyata Orang Malas

Jumat, 28 Jul 2017 10:28 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Nadzir Radar Mojokerto)

Mertamu nang Pak Polo disuguhi tales

Tales dipangan ngombene es siwalan

Nasibe awak duwe bojo supermales

Ati sumpek berangkat nang pengadilan

Menafkahi keluarga merupakan tugas dari seorang kepala rumah tangga atau suami. Nafkah yang diberikan haruslah seimbang, lahir maupun batin. Namun berbeda cerita dari Tulkiyem (samaran ), 50. Ibu dari tiga orang anak ini mengaku tidak tahan dengan perilaku suaminya yang malas-malasan dan tidak mau bekerja.

Sambil mendaftarkan gugatannya di kantor Pengadilan Agama Mojokerto, Tulkiyem curhat. Dia tidak bahagia dengan pernikahan yang ketiga ini. ’’Ya saya sudah pernah dua kali dan ini yang ketiga,’’ jelasnya.

Pernikahan pertama Tulkiyem dikaruniai tiga orang anak. Suami pertamanya meninggalkannya begitu saja. Pernikahan kedua juga berujung pahit. Tulkiyem menikah dengan pejabat politik. Namun, karena tak kuat harus berpisah dengan anak-anaknya, dia akhirnya menggugat cerai suaminya yang bekerja di Jakarta. ’’Saya gak bisa pisah sama anak-anak. Kasihan anak-anak, kan kalau menikah anak-anak gak bisa dibawa ke Jakarta,’’ ungkapnya.

Pernikahannya yang ketiga ini, Tulkiyem dengan Sudrun (samaran), 37. Perjaka yang usianya terpaut jauh dengannya, 15 tahun. Awalnya, niatan Tulkiyem menikahi Sudrun untuk mengangkat derajatnya. Maklum, Sudrun berasal dari keluarga kurang mampu. Dan, kebetulan Tulkiyem sendiri merupakan seorang pengusaha di Mojokerto. ’’Saya menikahi karena ingin membantu perekonomian keluarganya. Kan dia orang susah,’’ terangnya.

Setelah 9 tahun menikah, Tulkiyem tidak betah dengan kelakuan Sudrun itu. Dia malas-malasan dan tidak mau ikut memajukan usaha istrinya. Modal yang selalu diberikan untuk usaha selalu habis entah ke mana larinya. ’’Saya kasih modal tapi modalnya tidak pernah balik dan kalau pun untung saya gak pernah dikasih uangnya,’’ tandasnya. ’’Akhirnya wes saya cerai aja. Karena usaha saya sudah mau bangkrut ini. Tinggal 30 persen saja. Kalau diteruskan kasihan anak-anak nanti tidak dapat apa-apa,’’ imbuhnya.

Ia mengaku sidangnya berjalan cukup alot karena Sudrun meminta harta gono-gini. ’’Ini kan harta milik saya terus dia minta harta gono-gini dari saya. Ya,gak bisa lah dan saya gak mau kasih ke dia,’’ ujarnya.

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia