25.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Pendaftar Anggota Panwascam Membeludak

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Peminat anggota panitia pengawas tingkat kecamatan (panwascam) di Kabupaten Mojokerto semakin banyak. Hingga penutupan pendaftaran di kantor Bawaslu kemarin, lebih dari 160 pendaftar tercatat siap mengikuti seleksi menjadi anggota lembaga ad hoc bentukan Bawaslu tersebut. Mereka akan saling berebut 3 slot kursi di setiap kecamatan untuk mengawasi jalannya tahapan Pemilihan Umum (pemilu) 2024 nanti.

’’Update per hari ini lebih dari 161 pendaftar yang sudah mengisi berkas pendaftaran baik ke kantor Bawaslu maupun melalui email,’’ terang Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Aris Fahrudin Asy’at kemarin. Meski diserbu ratusan pelamar, namun Bawaslu belum bisa memastikan mereka bisa mengikuti seleksi tahap berikutnya. Bawaslu masih meneliti berkas mereka sesuai syarat yang ditetapkan. Khususnya soal keterlibatan mereka apakah sedang atau pernah menjadi anggota partai politik atau tidak.

’’Kami teliti dulu berkasnya, jika dalam Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) terdaftar sebagai anggota parpol, maka harus dicoret,’’ tandasnya. Bawaslu juga memberikan penambahan waktu pendaftaran jika terdapat kecamatan yang jumlah pelamarnya tidak memenuhi kuota. Yakni keterisian minimal dua kali dari kebutuhan anggota atau minimal 6 pelamar.

Baca Juga :  KAP Kaji Penyertaan Modal BPRS

Serta keterwakilan perempuan minimal 30 persen dari kuota kursi setiap kecamatan. Dari dua syarat itu, update terakhir, Kecamatan Mojosari, Puri dan Gedeg hanya diisi tak kurang dari 5 calon anggota. Sementara Dawarblandong dan Pacet tidak ada satupun pendaftar perempuan yang sanggup mengisi keterwakilan pendaftaran anggota panwascam.

’’Kami akan perpanjang tiga hari sampai kuota terpenuhi sesuai dengan syarat seleksi,’’ tambahnya. Berbeda dengan pemilu 2019 lalu, pelamar yang lolos akan mengikuti tes tulis dengan menggunakan metode CAT (computer assisted test). Cara ini untuk menghindari kecurangan selama proses rekrutmen. Setelah lolos dari tes tulis, tahap akhir seleksi akan ditentukan lewat tes wawancara. Di sini, kompetensi dan pengetahuan peserta dipertaruhkan di hadapan tim panitia seleksi (pansel) dan komisioner Bawaslu.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Mojokerto Buta Teknis Verifikasi Parpol Pemilu 2024

’’Tes tulis nanti akan menggunakan sistem komputerisasi yang sudah tersedia di SMK PGRI Sooko. Seleksi akan berlangsung serentak selama tiga hari mulai 14-16 Oktober,’’ ujar Aris lagi. Masa kerja anggota Panwascam dalam mengawal tahapan Pemilu 2024 akan berjalan selama 14 bulan.

Atau terhitung aktif mulai November 2022 hingga dua bulan pasca Pemilu, atau April 2024 nanti. Mereka akan menerima kenaikan honor jika dibandingkan Pemilu tahun 2019 lalu. Dari yang semula Rp 1,6 juta per bulan, naik menjadi Rp 2,2 juta untuk jabatan Anggota. Sementara jabatan ketua, akan menerima honorarium sebesar Rp 2,5 juta dari sebelumnya hanya Rp 1,8 juta per bulan.

’’Ketetapan gaji atau honor ketua dan anggota Panwascam menyesuaikan dengan Surat Menteri Keuangan Nomor S-647/MK.02/2022 dengan beban kerja hampir sama dengan Pemilu 2019 lalu,’’ pungkasnya. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/