30.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Bawaslu Kabupaten Mojokerto Segera Panggil dan Klarifikasi KPU

Soal Tudingan Intervensi Komisioner dalam Rekrutmen PPS

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tudingan adanya intervensi komisioner KPU oleh pelamar dalam proses penetapan Panitia Pemilihan Suara (PPS), Sabtu (21/1) turut disikapi Bawaslu Kabupaten Mojokerto. Proses pemanggilan dan klarifikasi bakal dijalani Bawaslu sebelum memprosesnya sebagai penanganan pelanggaran.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Aris Fahrudin Asy’at mengaku sudah mendapatkan informasi terkait tudingan pelamar asal Kecamatan Kutorejo dalam penetapan PPS yang dinilai sarat permainan. Hanya saja, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari pelamar terkait tudingannya tersebut.

’’Kalau sampai di tingkatkan Bawaslu, kami belum menerima laporan resmi. Mungkin masih di level kecamatan, kami juga belum mengeceknya sejauh mana,’’ ujarnya. Meski begitu, pihaknya tak lantas berdiam diri saja. Bahkan, pihaknya akan membahas informasi dan aduan tersebut dalam rapat pleno bulanan bawaslu, hari ini.

Baca Juga :  Polemik Galian C Ilegal di Kabupaten Mojokerto Kian Berlarut

Pihaknya juga tak segan langsung mengklarifikasikan aduan tersebut kepada KPU dan pelamar jika memang perlu disikapi. Bahkan, jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran, pihaknya juga tak segan untuk memprosesnya, baik secara administratif, kode etik, hingga pidana. Sehingga polemik permainan dan intervensi rekrutmen PPS bisa segera terselesaikan. ’’Kalau memang perlu, akan kami panggil dan klarifikasi langsung ke yang bersangkutan (pelamar, Red) dan KPU,’’ tegasnya.

Sebelumnya, DS, calon anggota PPS di salah satu desa Kecamatan Kutorejo menuding proses rekrutmen PPS tidak transparan. Ia yang punya pengalaman lebih di bidang pemilihan merasa ’’dikalahkan’’ dengan dua pesaingnya yang dianggap tidak memiliki pengalaman sama sekali.

Ia yang pernah jadi PPL (pengawas pemilu lapangan), PPS (panitia pemilihan suara) dan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) justru tidak terpilih dalam tiga besar PPS. DS sendiri sempat menanyakan persoalan ini ke PPK setempat, namun tidak mendapat jawaban terang. Pun ketika mencoba menghubungi helpdesk KPU sebagai ruang untuk melapor, juga tidak ada respons sama sekali.

Baca Juga :  Mabes Polri Mutasi 24 Personel ke Yanma

Atas situasi itu, DS menduga ada upaya permainan rekrutmen yang dilakukan oknum komisioner KPU hingga PPK. Ia menuding dua pesaingnya merupakan orang titipan yang sengaja diloloskan meski secara kompetensi dan pengalaman tidak memenuhi kualifikasi seperti syarat dalam ujian wawancara.

’’Saya sudah komunikasi kepada ketua PPK Kutorejo (Selamet Abadi, Red), jawabannya sangat normatif. Saya menghubungi helpdesk sejak Sabtu (21/1) sampai sekarang (kemarin, Red) juga tidak ada jawaban sama sekali. Saya merasa dirugikan dan dipermainkan oleh PPK karena ada intervensi dari KPU untuk meloloskan dua orang,’’ pungkasnya. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/