Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Parmas Pilkada Kabupaten Meningkat

F
Penulis: Farisma Romawan❯
REKAP SUARA: Petugas PPK menyampaikan angka perolehan suara Pilbup Mojokerto dan Pilgub Jatim di gedung KPU Kabupaten Mojokerto, Kamis (5/12) lalu.
REKAP SUARA: Petugas PPK menyampaikan angka perolehan suara Pilbup Mojokerto dan Pilgub Jatim di gedung KPU Kabupaten Mojokerto, Kamis (5/12) lalu.

 Sosialisasi Konvensional Dinilai Paling Efektif


Advertisement

KABUPATEN - Partisipasi masyarakat (parmas) Kabupaten Mojokerto pada Pilkada 2024 mencapai 84,8 persen dipastikan meningkat dibanding Pilkada 2020 sebesar 78,8 persen. Sosialisasi konvensional seperti tatap muka dan ledang yang digelar KPU dinilai sebagai faktor paling efektif dalam meningkatkan parmas.

Berdasarkan hasil rekap tingkat kabupaten, jumlah pemilih yang menyalurkan suaranya, 27 November lalu sebanyak 716.588 jiwa. Atau setara 84,74 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebesar 845.655 jiwa. Dari jumlah itu, yang dapat dikonversi sebagai suara sah sebanyak 697.933 suara, atau 18.655 suara dinyatakan tidak sah.

Sementara hasil pilkada tahun 2020, KPU mencatat partisipasi pemilih sebanyak 648.423 jiwa. Atau setara 78,78 persen dari total DPT saat itu sebesar 823.014 jiwa. Jumlah tersebut didapat KPU dengan proses pemilihan dalam masa pandemi Covid-19. ’’Jika dibandingkan dengan daerah lain, mungkin cukup signifikan. Namun kami masih harus menunggu hasil rekap tingkat provinsi,’’ ungkap Komisioner Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Buchori.

Advertisement

Dari jumlah itu, tingkat partisipasi tertinggi ditunjukkan warga di Kecamatan Dawarblandong, yakni mencapai 89,3 persen. Sementara capaian paling rendah ditunjukkan warga di Kecamatan Sooko dengan persentase sebesar 81,6 persen. Muslim menegaskan, sosialisasi konvensional dianggap sebagaio faktor yang paling efektif dalam mengedukasi pemilih agar bisa menggunakan hak pilihnya. Bahkan, KPU menganggarkan Rp 3 miliar untuk memenuhi kebutuhan sosialisasi.

Mulai dari pertemuan tatap muka, pemasangan alat peraga sosialisasi, hingga ledang. Dari dana sebesar itu, KPU merealisasikan sosialisasi tatap muka sebanyak 22 kali dengan tujuh segmen pemilih sasaran. Di antaranya pemilih pemula sebanyak 6 kali, pemilih muda 5 kali, komunitas 3 kali, kaum marginal 1 kali, kaum disabilitas 2 kali, organisasi masyarakat (ormas) 4 kali, dan stakeholer pemerintah serta partai politik 1 kali.

Selain itu, juga pemasangan APS di 20 titik dan ledang di 10 titik yang tersebar di 18 kecamatan. Termasuk ledang di tempat ibadah serentak di 304 desa oleh panitia pemungutan suara (PPS) dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) pada H-1 coblosan. ’’Sosialisasi tatap muka di beberapa segmen pemilih, sosialisasi ledang dengan mobil pengeras suara di hari tenang, serta sosialisasi di masjid atau musalla se-Kabupaten mojokerto oleh PPS dan KPPS di H-1 coblosan,’’ pungkasnya. (far/fen)

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer