Lapas Tangguhkan Layar Napi Hingga Pilkada Tuntas, Cegah Perubahan Pemilih

KOTA – Penindahan narapidana ke lapas lain tak akan dilakukan Lapas Mojokerto dalam waktu dekat. Proses melayar napi ini ditangguhkan hingga tahapan pilkada tuntas karena mereka bakal menyalurkan hak suara.
Kasi Binadik Lapas Mojokerto Bambang Budiantoro Hutabarat mengatakan, sementara ini pelayaran napi ke lapas lain tidak dilakukan. Kebijakan itu berkaitan dengan pemungutan suara pilkada yang akan berlangsung Rabu (27/11) pekan depan. ’’Supaya pemilihnya tidak berubah, jadi untuk masa pilkada ini tidak ada napi yang dilayar,’’ jelasnya, kemarin.
Jumlah pemilih di lapas diestimasi mencapai 1.071 orang. Itu meliputi napi dan tahanan serta para pegawai lapas. Terdapat 935 orang yang diperkirakan akan mencoblos untuk pemilihan gubernur dan 136 pemilih calon wali kota. Jumlah tersebut didapat dari DPT di dua TPS khusus di lapas serta perkiraan keluar masuknya napi hingga hari pencoblosan.
Bambang mengatakan, perubahan jumlah warga binaan yang dinamis membuat pemindahan napi ke lapas lain tidak dimungkinkan. Sebab, jika dilayar napi terancam tak bisa menyalurkan hak suaranya karena keluar dari wilayah domisili. ’’Jadi kami menjaga agar mereka yang memiliki hak suara tetap bisa mencoblos,’’ tandasnya.
Jumlah warga binaan di lapas saat ini sekitar 950 orang. Angka tersebut tiga kali lebih banyak dari kapasitas normal penjara di Jalan Tamansiswa, Kota Mojokerto itu. Pelayaran napi menjadi salah satu upaya mengurangi tingkat overkapasitas sekaligus mengantisipasi gejolak akibat napi dengan tingkat risiko tinggi.
Bambang menyatakan, selama ini sosialisasi mengenai tahapan pilkada telah diberikan ke warga binaan. Bahkan, lapas memfasilitasi penyiaran debat publik calon gubernur dan wali kota agar calon pemilih mendapat informasi tentang kandidat. Di sisi lain, KPU juga memastikan semua warga binaan yang berhak memilih dan terdaftar dalam DPT bisa memberikan hak suaranya dengan lancar dan mudah. (adi/fen)



