alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Tiga Pejabat Masuk Bursa

Jelang Kekosongan Kursi Sekwan
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tiga nama pejabat Pemkot Mojokerto masuk dalam bursa kandidat yang menduduki kursi Sekretaris DPRD Kota Mojokerto. Mengingat, jabatan yang kini masih duduki Mokhamad Effendy bakal kosong karena memasuki masa purnatugas di pengujung bulan ini.

Nama-nama yang santer adalah Novi Rahardjo yang kini menjabat Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Selain itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Mashudi juga turut meramaikan bursa calon sekretaris dewan (sekwan). Selanjutnya, Ruby Hartoyo yang kini duduk sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Mojokerto.

Tiga nama pejabat setingkat eselon II itu dikabarkan tengah digodok eksekutif untuk menggantikan Mokhamad Effendi setelah pensiun nanti. Bahkan, nama mereka juga disebut-sebut telah masuk ke meja pimpinan legislatif.

Dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto tak menampik terkait kabar nama-nama pejabat yang masuk dalam bursa calon sekwan. ”Ya, sudah ada tiga nama,” terangnya, tadi malam.

Baca Juga :  Lima Fraksi Menolak Interpelasi, Pengusul Mreteli

Namun, politisi yang akrab disapa Itok ini menyebut, belum menentukan sikap terkait deretan nama pejabat yang digadang-gadang mengisi posisi strategis tersebut. Karena, proses pengisian jabatan baru bisa digulirkan setelah pejabat definitif sekretaris DPRD purnatugas. ”Sesuai aturan, kalau kosong baru bisa diproses. Sehingga setelah akhir bulan ini,” tandasnya.

Disinggung terkait kandidat terkuat, Itok menyebut akan berkomunikasi dengan pimpinan DPRD sebelum memberikan persetujuan terkait pengganti sekwan. Sebab, kata dia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada Pasal 205 Ayat (2) disebutkan, sekretariat DPRD kabupaten/kota dipimpin oleh seorang sekretaris DPRD kabupaten/kota yang diangkat dan diberhentikan dengan keputusan bupati/wali kota atas persetujuan pimpinan DPRD kabupaten/kota. ”Nanti kita akan berembuk lagi bersama tiga orang pimpinan,” paparnya.

Kabar penggantian pejabat definitif Sekretaris DPRD Kota Mojokerto sebelumnya disuarakan wakil rakyat dalam rapat paripurana dengan agenda pandangan umum fraksi atas Rancangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021, Sabtu (21/5). Di antaranya dilontarkan Fraksi Gerakan Keadilan Pembangunan (F-GKP) dan Fraksi PDIP.

Baca Juga :  Kinerja Terbukti, Airlangga Berpeluang Besar Jadi Capres Pilihan Rakyat

Dalam pandangan umumnya, jubir F-GKP Mochammad Harun menyampaikan terkait kekosongan jabatan sekwan nanti agar tidak sekadar diisi pelaksana tugas (Plt), melainkan bisa langsung diisi pejabat definitif oleh wali kota dengan persetujuan pimpinan DPRD. ”Mengingat kompleksitas dan keunikan jabatan sekretaris DPRD, kami harapkan saudari wali kota dengan persetujuan pimpinan DPRD dapat segera mengangkat pejabat definitif sekretaris DPRD, bukan sekadar pejabat pelaksana tugas,” papar Harun.

Jubir Fraksi PDIP M. Rizki Fauzi Pancasilawan juga mengutarakan hal senada. Menjelang memasuki masa purnatugas Sekretaris DPRD Kota Mojokerto, wali kota didorong segera mengajukan nama pejabat yang diangkat sebagai sekwan untuk mendapatkan persetujuan dari pimpinan DPRD. Sehingga tidak sampai diisi dengan pejabat Plt terlalu lama sejak kekosongan. ”Karena kami khawatir bila ditunjuk pelaksana tugas, justru pejabat yang bersangkutan akan tidak maksimal dalam menjalankan tugas-tugasnya, baik sebagai pelaksana tugas sekretaris DPRD maupun sebagai pejabat definitifnya,” papar Rizki. (ram/ron)

Jelang Kekosongan Kursi Sekwan
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tiga nama pejabat Pemkot Mojokerto masuk dalam bursa kandidat yang menduduki kursi Sekretaris DPRD Kota Mojokerto. Mengingat, jabatan yang kini masih duduki Mokhamad Effendy bakal kosong karena memasuki masa purnatugas di pengujung bulan ini.

Nama-nama yang santer adalah Novi Rahardjo yang kini menjabat Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Selain itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Mashudi juga turut meramaikan bursa calon sekretaris dewan (sekwan). Selanjutnya, Ruby Hartoyo yang kini duduk sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Mojokerto.

Tiga nama pejabat setingkat eselon II itu dikabarkan tengah digodok eksekutif untuk menggantikan Mokhamad Effendi setelah pensiun nanti. Bahkan, nama mereka juga disebut-sebut telah masuk ke meja pimpinan legislatif.

Dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto tak menampik terkait kabar nama-nama pejabat yang masuk dalam bursa calon sekwan. ”Ya, sudah ada tiga nama,” terangnya, tadi malam.

Baca Juga :  Pakde Karwo: Dewan Tak Taat Undang-Undang, Ini Tugas Malaikat

Namun, politisi yang akrab disapa Itok ini menyebut, belum menentukan sikap terkait deretan nama pejabat yang digadang-gadang mengisi posisi strategis tersebut. Karena, proses pengisian jabatan baru bisa digulirkan setelah pejabat definitif sekretaris DPRD purnatugas. ”Sesuai aturan, kalau kosong baru bisa diproses. Sehingga setelah akhir bulan ini,” tandasnya.

Disinggung terkait kandidat terkuat, Itok menyebut akan berkomunikasi dengan pimpinan DPRD sebelum memberikan persetujuan terkait pengganti sekwan. Sebab, kata dia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada Pasal 205 Ayat (2) disebutkan, sekretariat DPRD kabupaten/kota dipimpin oleh seorang sekretaris DPRD kabupaten/kota yang diangkat dan diberhentikan dengan keputusan bupati/wali kota atas persetujuan pimpinan DPRD kabupaten/kota. ”Nanti kita akan berembuk lagi bersama tiga orang pimpinan,” paparnya.

- Advertisement -

Kabar penggantian pejabat definitif Sekretaris DPRD Kota Mojokerto sebelumnya disuarakan wakil rakyat dalam rapat paripurana dengan agenda pandangan umum fraksi atas Rancangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021, Sabtu (21/5). Di antaranya dilontarkan Fraksi Gerakan Keadilan Pembangunan (F-GKP) dan Fraksi PDIP.

Baca Juga :  Sempat Ditunda Lima Jam

Dalam pandangan umumnya, jubir F-GKP Mochammad Harun menyampaikan terkait kekosongan jabatan sekwan nanti agar tidak sekadar diisi pelaksana tugas (Plt), melainkan bisa langsung diisi pejabat definitif oleh wali kota dengan persetujuan pimpinan DPRD. ”Mengingat kompleksitas dan keunikan jabatan sekretaris DPRD, kami harapkan saudari wali kota dengan persetujuan pimpinan DPRD dapat segera mengangkat pejabat definitif sekretaris DPRD, bukan sekadar pejabat pelaksana tugas,” papar Harun.

Jubir Fraksi PDIP M. Rizki Fauzi Pancasilawan juga mengutarakan hal senada. Menjelang memasuki masa purnatugas Sekretaris DPRD Kota Mojokerto, wali kota didorong segera mengajukan nama pejabat yang diangkat sebagai sekwan untuk mendapatkan persetujuan dari pimpinan DPRD. Sehingga tidak sampai diisi dengan pejabat Plt terlalu lama sejak kekosongan. ”Karena kami khawatir bila ditunjuk pelaksana tugas, justru pejabat yang bersangkutan akan tidak maksimal dalam menjalankan tugas-tugasnya, baik sebagai pelaksana tugas sekretaris DPRD maupun sebagai pejabat definitifnya,” papar Rizki. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/