30.8 C
Mojokerto
Sunday, May 28, 2023

Tiket Mahal, Dewan Sebut Wisata Mojokerto Kalah Bersaing

Dewan Dorong Revisi Tarif

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – DPRD Kabupaten Mojokerto mendorong eksekutif segera menetapkan rasionalisasi tiket wisata. Retribusi tarif masuk dinilai terlalu tinggi sehingga kalah bersaing.

Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Pitung Hariyono menyatakan, penyesuaian tarif tiket pada objek wisata harus segera ditetapkan. Mengingat, biaya reteribusi yang dibebankan dinilai perlu dilakukan pembaharuan untuk mengoptimalkan kunjungan. ”Kami berharap untuk disbudporapar segera menyelesaikan regulasi revisi tarif masuk kawasan pariwisata di Kabupaten Mojokerto,” terangnya.

Menurutnya, penyesuaian tiket masuk pada objek wisata tersebut juga bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Mengingat, destinasi wisata yang dikelola Pemkab Mojokerto mengalami tren penurunan pengunjung.

Akibatnya, target PAD yang dipasang dalam kurun empat tahun terakhir tak pernah tercapai. Di samping karena faktor pandemi Covid-19, Pitung menyebut penurunan kunjungan juga dipicu karena kalah bersaing dengan objek wisata swasta. ”Untuk meningkatan potensi kenaikan PAD, disbudporapar harus membuat inovasi dan restorasi objek pariwisata yang selama ini semakin lemah akibat maraknya pesaing baru pada dunia usaha wisata,” bebernya.

Di samping penyesuaian tarif tiket, politisi PKB ini juga menyarankan agar diterapkan sistem digitalisasi di objek wisata. Tak hanya yang dikelola pemkab, tetapi juga diberlakukan bagi destinasi wisata yang dikelola bersama. ”Dengan mengedepankan servis dalam upaya mencegah kebocoran PAD,” papar Pitung.

Baca Juga :  Karya Chairil Anwar Menggema di Lomba Baca Puisi Siswa Kabupaten Mojokerto

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojoekrto Norman Handhito menyebutkan, usulan terkait rasionalisasi tarif tiket wisata telah dilayangkan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto. Terdapat sejumlah objek wisata yang diusulkan untuk dilakukan penyesuaian, salah satunya di Ubalan Water Park. ”Sudah lama kami usulkan ke bapenda, masih diproses,” terangnya.

Rencananya, harga tiket masuk di destinasi wisata kolam renang di kaki Gunung Welirang itu bakal diturunkan. Dari harga tiket Ubalan Waterpark yang kini dipatok Rp 30 ribu yang per pengunjung, tiket diusulkan rasionalisasi menjadi Rp 17.500 untuk dewasa dan Rp 12.500 untuk anak-anak yang berlaku untuk weekday.

Sedangkan untuk weekend atau akhir pekan, tarif tiket dewasa diusulkan turun jadi Rp 20 ribu dan anak-anak Rp 15 ribu. Selain itu, terdapat banderol khusus bagi wisatawan rombongan juga akan mendapat potongan harga 25 persen.
Menurut Norman, salah satu yang menjadi pertimbangan rasionalisasi tiket tersebut karena ketatnya persaingan dengan destinasi wisata swasta di kawasan Pacet dan sekitarnya. Sehingga, tarif akan diberlakukan dengan harga yang lebih kompetitif. ”Nanti kalau sudah ditetapkan akan saya kabari,” sebutnya.

Selain itu, rasionalisasi juga diusulkan untuk objek wisata yang dikelola pemkab dan pihak lain. Kali ini dengan menetapkan biaya masuk dari yang sebelumnya gratis serta menaikkan tarif tiket kunjungan wisata. Kenaikan retribusi diberlakukan di tiga objek wisata candi atau situs sejarah di Trowulan. Masing-masing Candi Bajang Ratu, Candi Brahu, serta Candi Tikus.

Baca Juga :  Clean City, Siap Beri Pendampingan Pengurusan Pertek dan SLO

Pada hari biasa, tiket anak-anak yang sebelumnya hanya dibebankan Rp 1.500 untuk sekali masuk diusulkan naik menjadi Rp 2 ribu per anak. Selain itu, tiket dewasa juga diajukan naik menjadi Rp 4 ribu atau naik Rp 1.000 dibanding sebelumnya.

Di samping itu, objek wisata candi lainnya yang semula belum dikenakan tiket masuk juga akan diberlakukan retribusi. Meliputi Candi Gentong, Candi Kedaton, dan Candi Wringin Lawang. Situs cagar budaya yang dikelola dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI ini diharapkan bisa turut menyumbangkan PAD.

Tiket Pusat Informasi Majapahit (PIM) juga disorong untuk naik tarif. Wisata yang juga dikenal museum Majapahit ini rencananya dibanderol Rp 4 ribu untuk anak-anak dari sebelumnya Rp 2.500. Sedangkan pengunjung dewasa yang semula dibebankan Rp 5 ribu bakal dinaikkan jadi Rp 7 ribu. Begitu pula di Petirtaan Jolotundo juga diajukan naik menjadi Rp 10 ribu untuk anak-anak dan Rp 12 ribu untuk wisatawan dewasa. Angka tersebut naik Rp 2.500 dari semula Rp 7.500 untuk anak dan Rp 10 ribu untuk pengunjung umum. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/