alexametrics
32.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

Oktober, Sentra Gakkumdu Mojokerto Mulai Bekerja

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski tahapan Pemilihan Umum (pemilu) 2024 sudah berjalan, namun keberadaan sentra penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu) belum bisa diaktifkan. Tim penegakkan pelanggaran dan sengketa Pemilu tersebut diprediksi baru bisa bekerja saat proses verifikasi faktual (verfak) partai politik (parpol) berjalan mulai Oktober nanti.

Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulil Abshor mengatakan, keberadaan tim Sentra Gakkumdu sejatinya sudah terbentuk akhir pekan kemarin. Mereka berasal dari tiga unsur aparat penegak hukum dan pemantau pemilu yang totalnya berjumlah 15 orang. Mulai dari Polresta sebanyak 5 orang, kejaksaaan 4 orang, dan Bawaslu 6 orang. Namun dari belasan orang tersebut, saat ini masih belum efektif bekerja.

Baca Juga :  AHY: Pertemuan dengan Prabowo untuk Silaturahim

Pasalnya, potensi pelanggaran pemilu baru bisa terdeteksi saat verfak berjalan, yakni antara Oktober-November nanti. Sehingga tim bisa langsung menindak jika memang ditemukan laporan atau temuan pelanggaran maupun sengketa baik oleh parpol atau oknum penyelenggara. ’’Kami masih mengacu pada Perbawaslu lama yakni nomor 31 tahun 2018 tentang Sentra Gakkumdu. Sementara ini belum efektif berjalan karena memang tidak ada potensi pelanggaran sampai tindak pidana,’’ ungkapnya.

Pun demikian ketika proses verfak berjalan. Potensi pelanggaran dinilai Ulil juga belum bisa ditindak sampai ke ranah pidana. Hal ini tak lepas dari belum ditetapkannya parpol sebagai subyek pemilihan. Sehingga penindakan hanya sekadar administratif dan bisa diperbaiki di tahapan berikutnya. ’’Kalau ada potensi, mungkin hanya pelanggaran administratif. Dan itu tidak bisa ditindak sampai pidana karena belum ada pelaku pemilihan yang dirugikan,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Kenalkan PLTMH Seloliman, Ikut Lomba Makan Kerupuk

Sebelumnya, Bawaslu sudah memetakan sejumlah potensi kerawanan sengketa dan pelanggaran pemilu 2024. Khususnya saat proses verfak yang berpotensi menemukan nama ganda dalam keanggotaan parpol peserta pemilu. Di mana, muncul nama anggota yang tercantum di lebih dari satu parpol. ’’Ya, nanti akan ada proses klarifikasi jika ada temuan nama ganda. KPU akan menanyakan kepada anggota yang bersangkutan atas pilihan parpol mana yang tepat,’’ pungkasnya. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/