Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Politik
icon featured
Politik
Kemenko Perekonomian RI

Menko Airlangga Dampingi Presiden Joko Widodo Memulai Program BT-PKLW

12 Oktober 2021, 05: 30: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Menko Airlangga Dampingi Presiden Joko Widodo Memulai Program BT-PKLW

INTENS: Menko Perekonomian RI Airlangga Hartanto mendampingi Presiden RI Joko Widodo saat pendistribusian bantuan di Malioboro, Yogjakarta (ekon.go.id for jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

YOGYAKARTA - Keberpihakan Pemerintah terhadap keberlangsungan usaha masyarakat telah diwujudkan dengan berbagai program yang menjadi bagian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satu program untuk masyarakat kecil adalah Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) yang memberikan bantuan uang tunai untuk pelaku usaha mikro (PKL dan Pemilik Warung), yang disalurkan melalui POLRI dan TNI.

Program ini bertujuan meringankan beban masyarakat yang menjalankan usaha mikro, terutama PKL dan warung, atas dampak dari penerapan PPKM Level 4 di 141 Kabupaten/Kota di 28 Provinsi berdasarkan Inmendagri No. 27 dan 28 tahun 2021.

Tujuan utama program BT-PKLW ini, selain meringankan beban PKL dan pemilik warung yang terkena dampak penerapan PPKM Level 4 pada masa pandemi, juga mendorong PKL dan pemilik warung segera bangkit kembali seiring perbaikan situasi pandemi. Para penerima BT-PKLW adalah PKL dan pemilik warung yang belum mendapatkan bantuan melalui skema Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). Masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp 1,2 juta. Bantuan ini diberikan kepada 1 juta PKL dan pemilik warung sampai dengan akhir tahun 2021.

Baca juga: Menko Airlangga Dorong KUR untuk Sektor Pertanian dan Perikanan Maluku

Menko Airlangga Dampingi Presiden Joko Widodo Memulai Program BT-PKLW

BANTUAN PKL: Menko Perekonomian RI Airlangga Hartanto mendampingi Presiden RI Joko Widodo memberikan bantuan kepada PKL dan pemilik warung (ekon.go.id for jawaposradarmojokerto.id)

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubowono X menyalurkan BT-PKLW secara langsung pada para penerima di kawasan Malioboro Yogyakarta, Sabtu (9/10) lalu. Presiden berdialog dengan pedagang penerima bantuan dan berharap agar program BT-PKLW benar-benar bermanfaat membantu PKL dan pemilik warung bangkit kembali setelah sekian lama terkena dampak pandemi Covid-19.

’’Pada kesempatan ini, saya resmikan dimulainya pemberian bantuan tunai untuk 1 juta pedagang kaki lima dan warung-warung kecil di seluruh Indonesia. Diberikan bantuan sebesar Rp 1,2 juta per orang dan dimulai pertama kali di kawasan Malioboro, Yogyakarta,’’ disampaikan Presiden Joko Widodo di tengah-tengah para pedagang di Kawasan Malioboro.

Dengan telah dimulainya penyaluran program bantuan tunai melalui Program BT-PKLW ini, secara bersamaan telah dilakukan penyaluran di 141 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia oleh TNI dan POLRI. Yaitu, melalui Polres dan Kodim yang dilakukan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang menggunakan sistem aplikasi guna menjaga akuntabilitas dan tata kelola yang baik atas program ini.

Menko Airlangga dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan saat ini mesin pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik. Seiring, situasi pandemi yang semakin terkendali dan didukung meningkatnya jumlah masyarakat tervaksin. Kepercayaan diri masyarakat beraktifitas mulai meningkat. Sehingga berdampak baik untuk ekonomi masyarakat, termasuk sektor pariwisata yang mulai berangsur pulih.

’’Saat sekarang, Yogyakarta masih berada pada level 3. Secara riil Yogyakarta ada pada level 2. Namun karena ada salah satu kabupaten yang berada pada level 3, secara keseluruhan kita akan melihat satu minggu ke depan. Untuk level 3, sebagian pasar sudah boleh dibuka. Pertumbuhan ekonomi Yogyakarta juga sangat baik di tingkat 11,81% pada kuartal 2 tahun 2021,’’ ujar Menko Airlangga.

Program BT-PKLW diinisiasi melengkapi program Pemerintah yang sudah berjalan selama ini seperti BPUM, subsidi bunga KUR, penjaminan kredit modal kerja UMKM, PPh final UMKM ditanggung Pemerintah, dan restrukturisasi kredit UMKM. Skema penyaluran melalui petugas Polri dan TNI mempertimbangkan efektivitas penyaluran bantuan secara cepat dan merata di seluruh Indonesia, serta langsung dapat diterima masyarakat kecil.

Petugas Polri dan TNI terjun langsung mendata dan melakukan verifikasi PKL dan pemilik warung yang berhak menerima bantuan BT-PKLW. Calon penerima yang terdata dan terverifikasi menerima undangan untuk pengambilan BT-PKLW di kantor Polres atau Kodim setempat.

Per 8 Oktober 2021, data calon penerima yang sudah masuk sebesar 930.773 orang dan sebagian besar sudah terverifikasi. Data ini terus ditingkatkan dan diproses hingga mencapai angka yang ditargetkan. Untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dari total 19.360 penerima BT-PKLW, bantuan sudah tersalurkan kepada 7.341 PKL dan pemilik warung atau sudah mencapai 39,68%.

Untuk Provinsi DIY yang sudah terdata sebanyak 24.518 orang, dan yang sudah disalurkan POLRI sebanyak 7.471 orang. Sedangkan wilayah Kota Yogyakarta sendiri, dari total 4.974 data penerima BT-PKLW, bantuan yang sudah tersalurkan kepada 963 PKL dan Pemilik Warung atau sudah mencapai 21,40%. (ltg/fsr/hls)

(mj/BAS/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia