25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Dewan Dorong Pemda Tegas Sikapi Polemik Galian C di Kutorejo

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – DPRD Kabupaten Mojokerto mendorong pemerintah tegas menyikapi polemik galian C di Dusun Jaringansari, Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo. Legislator daerah ini mendesak pemerintah segera menghentikan kegiatan operasi tambang di lokasi ini.

’’Kalau menunggak pajak harusnya galian langsung disegel. Jangan menunggu sampai menumpuk,’’ ungkap Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Pitung Hariyono, kemarin (7/11). Apalagi, dengan beroperasinya tambang sirtu tersebut sampai menelan korban. Dua tewas dan dua luka-luka. Diketahui, keempat korban juga berstatus warga setempat yang sedang mencari sisa hasil penyaringan. ’’Selain sudah merugikan pemerintah daerah karena tetap beroperasi meski menunggak pajak, juga merugikan warga,’’ katanya.

Atas peristiwa itu, kalangan dewan mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas. Sehingga, peristiwa serupa tidak sampai terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Pemerintah juga harus turun ke lokasi melakukan pengecekan titik koordinat di mana peristiwa tersebut terjadi. Apakah masuk di area tambang yang berizin atau di luar zona. ’’Jadi, beberapa hal itu harus dievaluasi dan jadi catatan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Dewan Wanti-wanti Kualitas Pengerjaan

Sebagai tindak lanjut, pihaknya bakal melakukan sidak ke lokasi tambang. Setidaknya kedatangan legislator daerah secara langsung nantinya bisa melihat secara riil yang jadi faktor pemicu longsornya tebing setinggi 10 meter itu. ’’Jadi kita bisa tahu, apa karena faktor alam atau kontur tebingnya yang memang rawan atau ada kelalaian lain yang akhirnya mengakibatkan empat orang tertimbun,’’ jelasnya.

Tak sekadar galian di Karangdiyeng, keberadaan galian C di wilayah Dawarblandong juga bakal jadi perhatian khusus. Selain penunggak pajak, aktivitasnya selama ini juga merugikan para petani. Salah satunya karena merusak jalan usaha tani yang selama ini menjadi akses satu-satunya warga. ’’Karena beberapa hari ini ada pengaduan masuk ke kami, selain merusak jalan usaha tani, juga berdampak pada lonsornya lahan pertanian di sekitar area tambang,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Penegakan Perda Mandul, Satpol PP Didesak Lebih Responsif

Sebelumnya, pengusaha galian C di Dusun Jaringansari, Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo yang menelan dua penambang tewas dua pekan lalu, ternyata masuk daftar wajib pajak yang tak taat. Tercatat dia tersangkut piutang pajak hingga Rp 800 juta. Angka itu terbagi di dua lokasi tambang berbeda.

Masing-masing galian C di Dusun Jaringansari, Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo dan galian C di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang. Piutang sebanyak itu hasil kalkulasi dari tahun 2021 dan tahun berjalan. ’’Tercatat piutangnya sesuai STPD sekitar Rp 860 juta. Untuk galian yang di Karangdiyeng sekitar Rp 78 juta,’’ tegas Sekretaris Bapenda Kabupaten Mojokerto Pipit Susatyo. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/