Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Politik
icon featured
Politik
Panel Survei Indonesia

Hasil Survei Kriteria Kepemimpinan Nasional Diinginkan Masyarakat

Elektabilitas Airlangga Hartarto 18,3 persen

03 Januari 2022, 13: 30: 17 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Hasil Survei Kriteria Kepemimpinan Nasional Diinginkan Masyarakat

KETERPILIHAN: Menko Airlangga Hartanto saat memantau vaksinasi kalangan pelajar di Jakarta beberapa waktu lalu. (dok ekon.go.id for jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

PANEL Survei Indonesia (PSI) baru-baru ini mengeluarkan rilis terbaru kriteria kepemimpinan nasional 2024-2029. Bagaimana hasil survei itu?

Direktur Eksekutif PSI Andri Gunawan menerangkan, ada beberapa poin yang didapat dari hasil survey kepemimpinan nasional 2024-2029 yang diingingkan masyarakat.

Yang pertama, dalam hasil survei  ini tergambar bahwa sebanyak 72,6 persen publik menilai puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo selama memimpin bangsa ini. Sedangkan yang menilai tidak puas hanya sebanyak 24,1 persen dengan 3,3 persennya tidak menjawab atau tidak tahu.

Selanjutnya, kriteria kepemimpinan 2024  yang diinginkan masyarakat. Dari Hasil survei jajak pendapat keinginan masyarakat dalam kepemimpinan 2024 adalah kepemimpinan yang kuat di tiga aspek. Yakni, aspek ekonomi, pemerintahan yang bersih dan pemerintah yang mengutamakan stabilitas politik, keamanan nasional.

“Survei menunjukkan 89,9% masyarakat menginginkan kemajuan ekonomi dengan  pertumbuhan ekonomi, 84,2% menginginkan pemerintahan yang bersih dan 70,3% masyarakat menginginkan pemerintah yang mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional,” ujar Andri.

Survey itu juga memuat pemerintah yang kuat menurut masyarakat. Dari hasil survey diketahui, yang jika Presiden didukung oleh mayoritas DPR sebanyak 82,9 persen, didukung pelaku bisnis/dunia usaha baik dalam dan luar negeri 88,6 persen, serta yang menyatakan mampu mengendalikan aparat hukum dan keamanan sebanyak 90,7 persen.

“Temuan survei juga menunjukkan preferensi masyarakat pada partai politik dengan elektabilitas PDIP mencapai 12,7 persen. Sedangkan posisi kedua, dengan ditempati Golkar dengan elektabilitas  12,4 persen, posisi ketiga Gerindra 11,9 persen,” beber Andri.

Posisi berikutnya ditempati  Demokrat , dengan elektabilitas 8,9 persen. Demokrat menjadi parpol diluar pemerintahan yang memiliki peningkatan elektabilitas yang sangat signifikan dibandingkan hasil pemilu 2019. Lalu ada partai PKB yang memimpin elektabilitas papan tengah sebesar 7,1 persen.

Disusul Nasdem yang meraih elektabilitas 6,8 persen. Kemudian partai-partai Islam lainya , yaitu PKS 6,1 persen,PAN 3,3 persen, dan PPP 2,6 persen.

Sisanya adalah partai-partai baru yang diprediksi tidak bakal lolos ke Senayan. Yaitu PSI meraih elektabilitas 1,3 persen, sedangkan Perindo dengan elektabilitas 1,3 persen. Hanura (1,1 persen), PBB (0,9 persen), PKPI (0,8 persen), Berkarya (0,8 persen), dan Garuda (0,8 persen).kemudian partai partai politik yang baru terbentuk yang sedang membentuk kepengurusan untuk ikut serta dalam pemilu 2024 hanya partai Prima  menjadi preferensi publik dengan tingkat elektabilitas 1,4 persen, disusul Partai Gelora 0,7 persen, Partai UMAT 0,2 persen dan sisa yang belum memilih sebanyak 18,9 persen.

Selanjutnya, survei juga menyinggung, terhadap tokoh yang bakal dipilih jika pilpres digelar hari ini, dengan didasarkan pada tiga aspek yang kepemimpinan pasca presiden Joko Widodo, pada tahun 2024-2029. Yakni, aspek ekonomi, pemerintahan yangg bersih & stabilitas politik dan keamanan.

“Ditemuikan, Airlangga Hartarto sebagai tokoh yang diinginkan dan dipilih dengan tingkat elektabilitas  18,3 persen. Di posisi kedua Prabowo Subianto 16,2 persen, Ganjar Pranowo 14,4 persen, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) 5,9 persen, Sri Mulyani 5,4 persen Anies Baswedan 3,3 persen,” beber Andri.

Selanjutnya, Muhaimin Iskandar 3,2 persen, Puan Maharani 3,2 persen, Muldoko 3,1 persen, Sandiaga Uno 3,1 persen, Harry Tanoesudibjo 2,4 persen Agus Harimurti Yudhoyono 2,3 persen, Ridwan Kamil 1,9 persen, Khofifah Indarparawangsa 1,9 persen, Erick Thohir  1,7 persen dan yang belum memilih 13,7 persen

Survei ini dilakukan 14-29 Desember 2021. “Jumlah total sampel sebanyak 1.820 orang responden tersebar di 34 Provinsi . Sampel ditarik dengan metode multistage random sampling. Survei tersebut mengandung tingkat toleransi kesalahan plus minus 2,3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” beber Andri.  (*/adv)

Baca juga: Buka Peluang Figur DPP dan DPD Jatim

(mj/BAS/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia