Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemkab Targetkan Kasus Stunting Turun hingga 11,75 Persen

Khudori Aliandu • Selasa, 2 Desember 2025 | 15:05 WIB

KOLABORASI: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat memberi arahan dalam gerakan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Trawas.
KOLABORASI: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat memberi arahan dalam gerakan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Trawas.
 

Gus Bupati Minta Kepala Desa Gulirkan Program Konvergensi

 KABUPATEN - Pemkab Mojokerto terus menggaungkan gerakan percepatan penurunan stunting (Gercep Stunting). Selain difokuskan untuk mencegah dan menurunkan angka stunting, Bupati Muhammad Albarraa juga menargetkan angka stunting di tahun berjalan turun di angka 11,75 persen dari sebelumnya 15,2 pada 2024. 

’’Dengan berbagai program yang kami lakukan, target kita di 2025 angka stunting di Kabupaten Mojokerto bisa turun drastis di angka 11,75 persen,’’ ungkap Gus Bupati. Sehingga sebagai komitmen pemkab, Gercep Stunting pun terus digeber. Terbaru dilakukan Rembug Stunting di Kecamatan Trawas. ’’Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam memastikan bahwa setiap anak di Kecamatan Trawas mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal,’’ tegasnya. 

Rembug Stunting dengan tajuk Trawas Sinawang itu difokuskan untuk mencegah sekaligus menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Trawas, dengan melibatkan badan lintas sektor. Gus Bupati meminta seluruh kepala desa melaksanakan konvergensi atau pendekatan mendalam pada kasus stunting.

 Konvergensi yang dimaksud ialah dengan pendampingan keluarga rawan stunting dan perkembangan data stunting secara berkala. ’’Melalui kegiatan Rembug Stunting ini, saya berharap seluruh perangkat desa dapat memperkuat komitmen dan aksi konvergensi stunting. Termasuk pendampingan keluarga berisiko stunting, pemutakhiran data sasaran, dan monitoring perkembangan anak,’’ tegasnya.

 Menurutnya, stunting adalah salah satu kendala besar yang bisa mengganggu kualitas generasi penerus. Sehingga, lanjut Gus Bupati, usaha pencegahan dan pengurangan angka stunting menjadi salah satu investasi jangka panjang yang harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. 

’’Pencegahan stunting adalah bentuk investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia (SDM). Dengan kolaborasi yang kuat, kita mampu mewujudkan generasi Trawas yang lebih sehat, cerdas, dan produktif,’’ paparnya. 

Sejumlah program sebagai intervensi nyata penurunan stunting di bumi Majapahit terus digeber. Baik pemenuhan dari intervensi spesifik ataupun sensitif. Untuk intervensi spesifik dari segi kesehatan, terang Gus Bupati, dilakukan pengecekan setiap minggu di posyandu desa melalui program Gema Pitu, Program Susu Jumat (Suju) dengan sasaran anak sekolah, dan penyuluhan gizi seimbang. 

’’Termasuk kita secara berkala juga tes kebugaran untuk siswa, pemeriksaan ibu hamil dengan kewajiban minimal enam kali selama kehamilan, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, dan masih banyak lainnya,’’ papar Gus Bupati. 

Sedangkan, untuk intervensi sensitif program, Pemkab Mojokerto menggencarkan pembangunan sanitasi yang layak. Lalu, pembangunan terhadap rumah tidak layak huni (RTLH). Selanjutnya ada jaminan kesehatan untuk warga yang tidak mampu dan pelayanan KB pasca persalinan. Kemudian, bantuan langsung tunai (BLT) untuk warga tidak mampu dan pemeriksaan calon pengantin. (ori/ris)

 

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#program hidup sehat #Pemkab Mojokerto #stunting anak mojokerto #Konvergensi