Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Stimulus KPM PKH agar Mandiri dalam Berwirausaha

Khudori Aliandu • Rabu, 28 Mei 2025 | 15:45 WIB

DUKUNGAN NYATA: Bupati Muhammad Albarraa didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa dan Plh Kadinsos Nurul Istiqomah menyerahkan bantuan peralatan untuk berwirausaha.
DUKUNGAN NYATA: Bupati Muhammad Albarraa didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa dan Plh Kadinsos Nurul Istiqomah menyerahkan bantuan peralatan untuk berwirausaha.
 

Komitmen Gus Bupati untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

 KABUPATEN - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa terus menggeber program 100 hari kerja. Kali ini giliran menyerahkan bantuan peralatan kerja untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Khususnya bagi keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH). 

Gus Bupati Albarraa menegaskan, bahwa meningkatkan perekonomian dan menanggulangi kemiskinan menjadi komitmennya. Tak lain adalah selaras dengan visi-misi lima tahun ke depan. Salah satu realisasinya dalam 100 hari kerja, dengan memberi stimulus bantuan peralatan kerja kepada masyarakat.

 ’’Stimulus peralatan untuk buka usaha ini sebagai solusi nyata dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,’’ ungkapnya. Tak sekadar itu, dipandu langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa, pemda turut memberikan pelatihan bagi para peserta yang notabene adalah ibu-ibu perintis usaha. 

Dengan dukungan TP-PKK, Gus Bupati berharap pelatihan dilengkapi peralatan ini langsung bisa diimplementasikan oleh KPM PKH pada bidang usaha tata boga masing-masing. ’’Ibu-ibu cenderung lebih baik saat diajak pelatihan seperti ini, tapi saya tidak mau saat ada pelatihan tapi tidak berkelanjutan. Makanya, selain dilatih, ibu-ibu juga diberi peralatan sekalian. Jadi, ibu-ibu bisa action langsung,’’ jelasnya. 

Pihaknya memastikan bantuan tepat sasaran lantaran KPM masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Menurut Gus Bupati, DTKS merupakan basis data lengkap tentang status sosial ekonomi dan demografi penduduk. Khususnya penduduk dengan status kesejahteraan sosial rendah di Indonesia.  

DTKS ini juga menjadi dasar pemerintah dalam memberikan bansos. ’’PKH ini program pemberian bantuan sosial bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin dan rentan yang terdaftar pada DTKS dan ditetapkan sebagai penerima manfaat PKH,’’ bebernya.

 Plh Kadinsos Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah menambahkan, stimulus bantuan ini bagian dari suksesi program 100 hari kerja bupati-wakil bupati. Utamanya dalam rangka menekan angka kemiskinan dan ketergantungan bantuan bagi KPM PKH. 

’’Jadi ini upaya pemberdayaan KPM PKH untuk mandiri dan berwirausaha yang menjadi salah satu program unggulan bapak bupati, perempuan berkarya,’’ tandasnya. Menurutnya, stimulus ini sudah berjalan sejak 2023 menyasar delapan kecamatan. 

Tahun ini difokuskan pada Kecamatan Trawas dan Jatirejo. ’’Bantuan alat kerjanya ada satu paket peralatan dapur, di mana pemberiannya disesuaikan dengan usaha makanan yang ditekuni. Terdiri dari kompor dan tabung gas, blender atau chopper, mixer, wajan, oven, dan dandang,’’ papar Nurul. (ori/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#bupati mojokerto #PKH (Program Keluarga Harapan) #Pemkab Mojokerto #peralatan kerja #program 100 hari kerja