KABUPATEN - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mendorong setiap desa di bumi Majapahit memiliki peta potensi bencana.
Utamanya bagi 150 desa yang terpetakan memiliki potensi tinggi rawan bencana.
’’Saya berharap desa-desa ini nanti punya peta. Karena, kalau kita, Kabupaten Mojokerto, punya peta desa rawan bencana dan bencananya jenis apa. Maka, saya minta tolong desa juga punya peta untuk bencana di wilayahnya masing-masing,’’ ungkap Ikfina.
Menurutnya, peta bencana ini sebagai langkah cepat melakukan memitigasi terjadinya bencana alam di wilayahnya masing-masing.
’’Jadi nanti bisa dilakukan mitigasi, termasuk juga nanti pelaporan informasi dan juga pelaporan membutuhkan bantuan baik melalui aplikasi SIMONA, call center 112 ataupun dari BPBD,’’ paparnya.
Ikfina mengungkapkan, pentingnya setiap desa memiliki peta bencana juga untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Di mana musim kemarau ke depan sangat berpotensi menimbulkan bencana kebakaran dan kekeringan air. Sehingga, masyarakat harus mengenal berbagai potensi bencana di wilayahnya dan berupaya untuk mengurangi resiko terjadinya bencana alam.
’’Bencana ini kan sama sekali tidak bisa kita mengelakkan. Tetapi yang bisa kita lakukan adalah mitigasi. Sehingga, resikonya bisa dikurangi dan dampaknya juga bisa kita minimalkan,’’ urai Ikfina.
Tak kalah penting, menghadapi musim kemarau, tiap desa harus bisa memetakan titik-titik yang mudah terbakar.
’’Istilahnya bisa diperhitungkan dan dipetakan titik-titik mana yang kira-kira kalau terjadi percikan api yang akan bisa membesar dengan cepat apinya,’’ tambah Ikfina menegaskan.
Tak sekadar itu, Ikfina juga meminta BPBD secara masif melakukan sosialisasi dan menyebarkan informasi terkait nomor darurat dan alur informasi darurat kebencanaan kepada setiap desa rawan bencana.
’’Kalau perlu nanti disimulasikan pada kegiatan. Setidak-tidaknya tokoh-tokoh masyarakat, ketua RT, dan tokoh-tokoh di lingkup kecil di desa, paham alur dari pelaporan sistem informasi dan pelaporan terkait dengan bencana,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’i Afrida juga berharap edukasi yang diberikan dapat menambah wawasan setiap desa dalam menanggulangi bencana alam.
’’Diharapkan agar masyarakat dengan cepat melapor kejadian bencana maupun kebakaran untuk mengurangi kerentanan. Sekaligus meningkatkan kapasitas atau kemampuan demi mengurangi risiko bencana,’’ ungkapnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi