Karena Dibangun di Area Lapangan Olahraga
MOJOSARI - Puluhan warga beramai-ramai mendatangi Balai Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, kemarin (16/12). Kedatangan masyarakat ini untuk menyampaikan protes atas penempatan lokasi pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang didirikan di lapangan desa. Di aula balai desa, massa menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah desa (pemdes).
Mustakim Purwoto, salah satu perwakilan warga menuturkan, sedianya masyarakat tak menolak terkait pembangunan gerai KDMP. Hanya saja, mereka keberatan atas pemilihan lokasi yang dibangun di area lapangan sepak bola. ”Jadi, alasan kita itu bukan karena menolak pembangunannya, tapi lahannya jangan di lapangan,” ungkapnya, kemarin.
Protes warga ini bukan tanpa alasan. Sebab, selama ini lapangan tersebut telah menjadi sarana olahraga bagi masyarakat Desa Modopuro. Sehingga pembangunan proyek fisik yang dijadikan sebagai gerai KDMP itu dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas masyarakat. ”Karena lapangan itu adalah buat anak cucu kita nanti yang suka olahraga. Kalau nggak ada lapangan, mau olahraga di mana nantinya,” urainya.
Karena itu, warga meminta agar pembangunan gerai KDMP bisa dicarikan alternatif untuk dibangun di lahan aset desa yang lain. Sehingga fasilitas lapangan tetap dapat dimanfaatkan untuk masyarakat. ”Jadi, kita bukan semata-mata menolak, yang penting jangan di lapangan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kades Modopuro Imron Wahyudi menuturkan, pemdes telah menampung semua aspirasi yang disampaikan warga. Dia menyatakan, pemdes akan berupaya untuk mencari solusi terkait polemik lokasi pembangunan gerai KDMP tersebut. ”Saya berangan-angan untuk mencari langkah yang terbaik untuk Desa Modopuro,” paparnya.
Namun, Imron menyebut pemdes tidak dapat mengambil keputusan sendiri terkait kelanjutan dari pekerjaan pembangunan gerai KDMP. Pihaknya akan mengkoordinasikannya dengan pemangku kebijakan terkait, termasuk bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto. ”Kita tidak berani menentukan karena ada sebagian yang menolak. Tapi, selanjutnya saya akan memberi paparan dulu kepada pimpinan,” tandasnya.
Dia mengaku, pihaknya telah melaksanakan musyawarah mufakat sebelum proses pembangunan dan telah dituangkan dalam berita acara. Sehingga pekerjaan fisik digulirkan dan kini baru menyentuh bagian fondasi. ”Namanya masyarakat, ada yang menolak dan ada juga yang menerima. Tapi, terkait apa pun keputusannya nanti, intinya saya berharap tidak ingin ada konflik di masyarakat,” pungkas dia. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah