SEMENTARA itu, meningkatnya debit air Kali Kromong mengakibatkan tanggul anak Kali Kromong di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, jebol. Meski dampaknya tidak menyasar permukiman warga, berubahnya aliran air membuat ribuan hektare sawah di Pacet terdampak.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin menjelaskan, satu titik tanggul ambrol sekitar pukul 20.00, Minggu (23/11) malam. Menyusul, meningkatnya debit air aliran Sungai Kromong dan Pikatan akibat tingginya intensitas hujan di wilayah Pacet akhir-akhir ini. ’’Satu titik yang jebol ini panjangnya sekitar 30 meter. Sementara lainnya ada lima titik tanggul yang kritis,’’ terangnya, kemarin.
Pihaknya memastikan, jebolnya tanggul sungai ini tidak berdampak pada permukiman warga. Namun, sekitar 10 hektare sawah di sekitar lokasi jadi sasaran banjir luapan. ’’Tidak ke rumah warga. Justru, jebolnya tanggul ini merubah jalur aliran sungai ke area persawahan,’’ jelas Rinaldi.
Sedianya, papar Rinaldi, tanggul permanen aset Dinas PU SDA Jatim dialiri air irigasi untuk persawahan seluas 1.500 hektare di Kecamatan Pacet. Karena aliran air berubah, mayoritas lahan kini justru tak teririgasi lagi. ’’Sekitar 1.040 hektare sawah di bawah itu tidak teraliri air lagi. Karena jalurnya berubah ke arah Desa Candiwatu, yang harusnya ke Desa Petak dan sekitarnya,’’ urainya.
Untuk meminimalisir dampaknya, BPBD menggandeng Dinas PU SDA Jatim dan DPUPR Kabupaten Mojokerto untuk segera melakukan penanganan darurat. ’’Insya Allah mulai besok (hari ini, Red) sudah ada penanganan, nanti akan dibronjong,’’ tandas mantan Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto, ini. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi