SIDOARJO - Pohon berukuran besar tumbang hingga menutup jalan di perbatasan Mojokerto-Sidoarjo, Senin (16/9). Insiden yang merusak dua tiang telepon itu dipicu batang pohon yang sengaja dibakar.
Pohon jenis kesono yang tumbang berada di tepi jalan sekitar pintu Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo berbatasan dengan Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Ambruknya pohon peneduh berdiameter sekitar 60 sentimeter itu dilaporkan pengguna jalan sekitar pukul 10.37.
"Dilaporkan ke pihak tol lalu berkoordinasi dengan Polsek Jetis dan Polsek Balongbendo untuk proses pemotongan," kata Agen Informasi BPBD Jatim Achmad Kurniawan, kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pohon mengalami tumbang ke jalan saat tak ada pengendara yang melintas.
Di lokasi, petugas BPBD Jatim mendapati pangkal pohon tengah terbakar. Bara api yang menyala menyebabkan batang pohon patah. Kondisi ini yang mengakibatkan pohon akhirnya tumbang saat cuara cerah tersebut. "Pohon tumbang akibat sering dibakar pangkal pohon oleh orang yang tidak diketahui," jelasnya.
Aktivitas pembakaran itu juga menyebabkan batang pohon kering kerontang. Padahal, secara usia tanaman peneduh itu belum memasuki usia lapuk. Wawan, panggilan Achmad Kurniawan, menduga kebiasaan bakar-bakar sampah di bawah pohon jadi pemicu pohon terbakar. Hal ini, diketahui dari bekas abu pembakaran di sekitar pohon.
Pohon tumbang sempat menghambat arus lalu lintas sebelum evakuasi oleh tim gabungan tuntas sekira pukul 12.00. Selain mengancam nyawa pengguna jalan, kejadian ini juga memicu kerusakan instalasi listrik dan telepon. Dua tiang telepon ikut ambruk lantaran kabelnya tertimpa pohon. "Untungnya, tidak ada korban jiwa, meskipun ada kerugian material," tandas Wawan. (adi/ris)
Editor : Imron Arlado