Cincin, uang tunai, hingga 4 unit handphone (HP) pun lenyap digondol pencuri yang membobol rumahnya lewat atap di sisi ruang. Total kerugian mencapai Rp 24 juta dirasakan bapak tiga anak ini akibat peristiwa yang baru pertama mereka alami itu.
’’Saat datang dari masjid itu lampu kamar depan sudah menyala. Padahal saat berangkat, semua lampu sudah saya matikan semua,’’ ujar Rojak saat ditemui kemarin. Pria 62 tahun ini semula tak memiliki firasat jika rumahnya hendak dibobol. Saat berangkat jamaah salat tarawih di masjid yang jaraknya hanya 200 meter pukul 19.00, Rojak mengira rumahnya sudah aman dan pintu depan terkunci semua.
Akan tetapi, tamu tak diundang itu ternyata punya cara yang lebih cerdik. Maling yang diperkirakan lebih dari satu orang ini berhasil masuk lewat genteng lalu menjebol plafon ruang sisi tengah. Mereka lantas beraksi dengan mengacak-acak seisi rumah, mulai ruang tengah, dapur, hingga tiga kamar rumahnya.
’’Ada lima lubang plafon di tiga ruangan. Kemungkinan malingnya masuk lewat lubang di ruang tengah, karena disitu ditemukan betel dibungkus plastik yang kemungkinan besar dipakai untuk jebol plafon,’’ tambahnya. Hasilnya, tiga cincin milik Sumiati, istri Rojak seberat 9 gram berhasil mereka gasak.
Ditambah pula uang tunai Rp 2,5 juta di dalam dompet dan 4 unit HP merk Samsung dan Iphone di kamar juga sukses mereka embat. ’’Kalau dihitung total semua ya ada sekitar Rp 24-25 juta kerugiannya,’’ tandasnya. Pensiunan pabrik kertas ini mengira rumahnya sudah diincar maling sejak lama.
Sebab, para maling ini mengetahui betul waktu-waktu saat rumah dalam kondisi kosong ditinggal penghuninya. Padahal, Rojak bersama istri dan dua anaknya hanya pergi salat tarawih tak kurang satu jam lamanya. Kejadian ini pun, juga telah Rojak laporkan ke Polsek Prajurit Kulon. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan juga sudah dilakukan demi mendeteksi keberadaan pelaku.
’’Kemungkinan mereka masuk lewat genteng belakang yang bersebelahan dengan rumah kosong. sudah kami laporkan dan langsung diolah TKP,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah