Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

CFD Kranggan Kota Mojokerto Diprotes, Sekcam: "Monggo Hidup di Hutan saja"

Fendy Hermansyah • Senin, 6 Februari 2023 | 15:23 WIB
RAMAI: Suasana pelaksanaan CFD perdana di Jalan Karimun Jawa yang memantik protes dari warga yang bermukim di Jalan Jawa, Perumahan Gatoel, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, kemarin (5/2). (Indah Oceananda/JPRM)
RAMAI: Suasana pelaksanaan CFD perdana di Jalan Karimun Jawa yang memantik protes dari warga yang bermukim di Jalan Jawa, Perumahan Gatoel, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, kemarin (5/2). (Indah Oceananda/JPRM)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Car Free Day (CFD) di Jalan Karimun Jawa, Perumahan Gatoel, Kelurahan/Kecamatan Kranggan dikeluhkan warga. Pasalnya, pelaksanaan CFD tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga dan membuat keributan yang bersumber dari pengeras suara.

Merry Patrilinilla, salah satu warga yang bermukim di seberang pelaksanaan CFD itu mengaku merasa terganggu. Pelaksanaan CFD yang dimulai sejak pukul 06.00 pagi itu menurutnya sangat mengganggu kenyamanan. Sebab, tempatnya yang berada di dekat permukiman warga sehingga membuat keributan bagi warga yang beristirahat. ”Sound system senamnya sangat kencang, hingga memekakkan telinga yang berada di dalam rumah. Kami sampai pindah-pindah kamar agar bisa menikmati waktu istirahat dengan tenang,” ujar warga yang tinggal di Jalan Jawa nomor 47 tersebut.

Merry mengaku, warga yang tinggal di sisi Jalan Jawa tidak dimintai persetujuan terkait kegiatan yang baru terlaksana kemarin (5/2). Ia dan warga yang tinggal di Jalan Jawa mengaku sudah mencoba berkomunikasi dengan pihak RT/RW. Namun, hasilnya nihil. ”Sudah saya komunikasikan juga di grup PKK, tapi tidak ada yang respons. Yang terdampak suara gaduhnya yang tinggal di Jalan Jawa ini. Kalau bisa buat CFD jangan di dekat permukiman warga,” keluh wanita 42 tahun ini.

Tak hanya menimbulkan kegaduhan, CFD tersebut juga membuat banyak sampah plastik bertebaran di sekitar kawasan permukiman warga. Sementara itu, saat dikonfirmasi, Sekretaris Camat Kranggan Mohammad Rochan mengaku, sebelum kegiatan CFD digelar, pihak RT/RW sudah disosialisasikan atas kesepakatan bersama. Itu sudah dirembuk sejak dua pekan lalu. ”Warga sepakat kok, sudah atas persetujuan. Ya kalau yang nggak setuju itu memang biasanya sering protes,” ujar mantan Lurah Kranggan ini.

Lebih lanjut, Rochan menuturkan, CFD tersebut pertama kali digelar, kemarin (5/2). Pelaksanaan CFD ini diadakan untuk mendongkrak perekonomian warga sekitar. Lokasi pelaksanaan CFD yang terletak di tengah permukiman warga itu pun sudah atas musyawarah bersama. ”Kalau merasa terganggu, ya monggo hidup di hutan saja. Pelaksanaannya juga cuma sebentar kok. Sampai pukul 10.00 saja,” tandasnya. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#tol mojokerto #kabupaten mojokerto #Majapahit #mojokerto kota #kota onde-onde #pacet mojokerto #trawas #pacet #kerajaan majapahit #cfd kranggan #wisata mojokerto #cfd diprotes #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #kranggan kota mojokerto #trowulan #onde-onde