Tabrakan tersebut mengakibatkan lokomotif kereta Sancana dengan nomor lambung CC 2040301 menancap ke truk. Evakuasi kereta dengan masinis Kurnia, 31, warga Desa Wareng, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, itu memakan waktu sekitar dua jam. Demikian pula dengan truk pengangkut mobil yang disopiri Jery Barokah, 28, warga Cigugur, Pusaka Jaya, Subang, Jawa Barat, akhirnya bisa terlepas dari sangkutan rel.
Kereta akhirnya bisa melanjutkan perjalanan sekitar pukul 23.00 dan akses jalan bisa dibuka kembali. Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Bayu Agustyan mengatakan, sopir truk towing diduga buta jalur. Truk dengan postur demikian seharusnya tidak lewat jalan dengan perlintasan tersebut. "Dimungkinkan pengendara tidak tahu jalur yang dilintasi, kendaraan besar harusnya tidak melintas sini," ungkapnya.
Truk langsung dibawa ke Mapolres Mojokerto guna keperluan penyelidikan lebih lanjut. Di lokasi, tim dari Satreskrim Polres Mojokertk juga turun untuk melakukan identifikasi. Kecelakaan antara truk dan kereta ini terjadi sekitar pukul 20.45. Peristiwa bermula ketika truk towing melaju dari arah utara di jalur alternatif Surabaya-Mojokerto tersebut. Truk melintas lantaran terhadap pengalihan arus di Jalan Bypass Mojokerto imbas pengaspalan jalan.
Setiba di perlintasan KA Dusun Damarsi, truk tak bisa berjalan. Truk dengan sasis rendah itu mandek di tengah-tengah rel karena bagian bawahnya tersangkut. "Sopir truknya langsung turun mau dongkrak truk," ujar Mohammad Anam, 40, penjaga perlintasan, di lokasi. Menurutnya, di tengah upaya mendongkrak sasis truk itulah, KA Sancaka datang dari arah barat atau Jombang.
Mengetahui hal tersebut, Anam berinisiatif untuk memberi tahu masinis kereta kalau ada truk yang bermasalan di perlintasan. Warga Dusun Damarsi itu berlari kencang supaya kereta bisa mengambil ancang-ancang. "Saya lari kurang lebih 200 meter, keretanya bisa mengerem tapi tidak sampai berhenti," jelasnya.
Saat itu, masinis masih bisa menarik tuas rem. Kendati kereta bisa melambat, tabrakan tetap tak terhindarkan. Truk towing dengan muatan sekitar enam mobil itu tetap tetabrak dan sempat terdorong sekitar lima mater. "Tidak ada korban jiwa, sopirnya juga sudah menjauh," imbuh dia.
Tabrakan mengakibatkan satu unit mobil yang diangkut truk ringsek di bagian bodi samping. Sementara itu, akibat kejadian ini, penumpang kereta harus harus menunggu dan terpakaa terlambat sampai tujuan. Salah satunya yakni Anzat, penumpang asal Madiun.
Menurutnya, semua penumpang kereta jurusan Jogja-Surabaya itu selamat. Masinis masih bisa melakukan pengereman sehingga tidak sampai terjadi benturan hebat. "Sebelumnya kencang kira-kira 100 kilometer per jam, tapi pas mendekat tadi sudah direm sampai mungkin 50 kilometer per jam, tadi tidak sampai benturan keras" bebernya. (adi) Editor : Fendy Hermansyah