29.8 C
Mojokerto
Thursday, February 9, 2023

20 Hektare Lereng Pawitra Terbakar

Diduga Akibat Api Unggun Pendaki Gunung Penanggungan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran lahan melanda kawasan Gunung Penanggungan, Minggu (28/8) siang. Titik kebakaran berada di lereng sekitar Candi Shinta, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas. Upaya pemadaman berlangsung hingga kemarin petang.

Informasi kebakaran diketahui sekitar pukul 12.00. Sejumlah petugas Perhutani dan relawan lantas bergerak untuk memastikan kebakaran serta melakukan langkah penanganan. ”Titiknya di lereng atas Candi Shinta,” kata Suwarno, pengurus LMDH Seloliman. Lokasi ini, lanjut dia, dekat dengan jalur pendakian via Jolotundo atau antara Gunung Penanggungan dan Gunung Bekel.

Kebakaran melanda rerumputan dan pohon yang tengah mengering. Kencangnya embusan angin membuat kobaran api dengan cepat merambat. Upaya pemadaman dilakukan secara manual. Seperti menggunakan ranting sehingga memutus rambatan api.
Penanganan kebakaran yang melanda gunung dengan ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini juga melibatkan sejumlah pihak.

Baca Juga :  Membandel, Manusia Silver Kembali Beraksi di Puri Mojokerto

Selain Perhutani dan unsur relawan, petugas BPBD Kabupaten Mojokerto dan Jawa Timur juga diterjunkan ke lokasi. Hingga pukul 19.30, tim yang melakukan pemadaman belum turun.

Agen Bencana BPBD Jatim Achmad Kurniawan mengatakan, kebakaran berhasil dipadamkan kemarin petang. Disebutnya, titik kebakaran berjarak sekitar 2-3 jam dari Puncak Pawitra. ”Ini masih menunggu tim belum turun, tapi tadi sudah dikabari kalau padam,” terangnya tadi malam.

Kabid Keraruratan dan Logoistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat menyampaikan, berdasarkan penghitungan pihak Perhutani, luas area yang terbakar sekitar 20 hektare. Pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran hutan. ”Kita belum tahu pemicunya,” ujar dia.

Kendati demikian, dia menduga kebakaran kemungkinan besar dipicu kesengajaan. Yakni antara aktivitas api unggun maupun bakar-bakar. Namun, untuk memastikan itu, Djoko masih menunggu keterangan dari tim yang terjun ke lokasi. ”Yang pasti tidak jauh dari kesengajaan,” lontarnya.

Baca Juga :  Mojokerto Diguyur Hujan Berjam-jam, Sungai Ditutup, Puluhan Rumah Terendam

Peristiwa kebakaran lahan, khususnya di kawasan pegunungan memang rawan terjadi saat musim kemarau. Sebelumnya, BPBD Kabupaten bahkan sudah mengingatkan untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Salah satunya yakni dengan tidak menyalakan api unggun maupun melakukan kegiatan bakar-bakar di area hutan. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/