25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Pencarian Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak, Tim SAR Temukan Ceceran Darah

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keberadaan Raffi Dimas Baddar, 20, mahasiswa yang hilang di Wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, belum terlacak. Namun, di hari keenam sejak dikabarkan hilang kemarin, Tim SAR gabungan menemukan ceceran darah di bebatuan. Belum diketahui kondisi dan keberadaan korban saat ini. Jumlah personel ditambah guna memaksimalkan pencarian.

Keberadaan mahasiswa semester III Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya itu masih misteri. Pasalnya, Tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda keberadaan Dimas hingga kemarin. ”Hari ini masih nihil. Belum ada pertanda pasti keberadaan korban,” sebut Komandan Tim Basarnas Surabaya Octavino, kemarin.

Tim SAR gabungan sempat mendapati ceceran darah di bebatuan sekitar Petilasan Brawijaya. Namun, bagi Tim SAR gabungan, hal itu tidak menjadi pertanda kondisi dan keberadaan korban. ”Darah itu ditemukan Rabu (14/9) di bawah Petilasan Brawijaya. Namun, menurut kami itu bukan darah korban. Karena, hari Minggu (11/9) pagi ada pendaki yang memvideokan korban naik ke petilasan dalam kondisi sehat tanpa luka,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemotor Tewas, Truk Hantam Leneng, Dua Kecelakaan di Hutan Watu Blorok

Tidak menutup kemungkinan, kata Octavino, bercak darah tersebut berasal dari hewan liar di kawasan hutan. Guna mengoptimalkan pencarian, jumlah personel Tim SAR gabungan ditambah. Sebelumnya melibatkan sekitar 70 personel gabungan, kini sekitar 1000 personel diterjunkan. Baik dari Basarnas Surabaya, BKPH Pacet, TNI, Polri, Pengelola Wisata Bukit Krapyak, Polhut Tahura, Relawan Welirang Community Resque, RPAI, LPBI NU, LMDH Pesona Alam Lestari, hingga sejumlah lapisan masyarakat lainnya.

Jumlah search and rescue unit (SRU) pun bertambah. Yang semula sekitar tiga SRU menjadi 7 SRU. ”SRU 1-4 menyisir dari Pusung Bogor. SRU 5 menyisir dari Pos 1 Gunung Pundak ke Putuk Puyang. SRU 6 menyisir dari Krapyak. Dan satu SRU standby di posko untuk kepentingan logistik. Nantinya, setelah penyisiran, seluruh SRU itu berkumpul di Putuk Puyang,” ungkap Vino, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, radius pencarian diperluas. Yang sebelumnya sekitar dua kilometer, kini menjadi sekitar empat kilometer. Hal tersebut guna mengantisipasi pergerakan korban yang semakin meluas. ”Dari Posko Grenjengan dan Pusung Bogor ke Putuk Puyang itu radiusnya sekitar empat kilometer. Radius kami perluas untuk memaksimalkan pencarian (kemarin),” sebutnya kemarin.

Baca Juga :  Tim SAR Sempat Terkecoh Bau Bangkai

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Vino, pencarian hari ketujuh bakal melibatkan lebih banyak personel gabungan. Sehingga menambah jumlah SRU untuk melakukan penyisiran di kawasan hutan Krapyak dengan optimal. ”Karena banyak jalur bercabang di kawasan sini. Tidak menutup kemungkinan pencarian (hari ini) akan diperluas lagi,” tandasnya.

Sebelumnya, Raffi Dimas Baddar, 20, pemuda asal Desa pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, dikabarkan hilang saat berkemah bersama 10 temannya di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto Minggu (11/9) lalu.
Rombongan mendirikan tenda di kawasan hutan petak 24C RPH Claket, BKPH Pacet, KPH Pasuruan. Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 10.30. Sehingga petugas gabungan langsung melakukan pencarian di hari yang sama. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/