25.8 C
Mojokerto
Sunday, December 4, 2022

Kritis, 14 Titik Tanggul Dibenahi

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki musim penghujan, potensi banjir dan abrasi di kawasan sungai semakin meningkat. Untuk meminimalisasi potensi luapan, setidaknya saat ini terdapat 14 titik tanggul rusak yang menjadi fokus perbaikan. Hanya saja, tiga titik diantaranya sedang dalam proses perbaikan.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman menerangkan, belasan titik yang menjadi fokus perbaikan itu merupakan aliran Sungai Sadar dan Brantas yang tersebar di empat wilayah yang kerap dilanda banjir luapan. Mulai dari Kecamatan Puri, Mojosari, Pungging, hingga Ngoro. ”Di sejumlah titik itu dilakukan penanggulangan dan penguatan tebing. Kami komunikasikan dengan BBWS Brantas selaku pemangku kewenangan dan kami sudah ada perjanjian kerja samanya (PKS),” ungkapnya, kemarin.

Baca Juga :  25 Ton Jagung Pipil Tercecer di Jalan Nasional Trowulan Mojokerto

Pemetaan sejumlah titik rawan di aliran sungai telah dilakukan DPUPR sejak awal tahun ini. Hasilnya, terdapat 20 titik tanggul sungai yang dinilai rawan menimbulkan bencana bagi warga setempat. Hanya saja, lanjut Rois, untuk tahun ini baru 14 titik yang bisa diperbaiki. ”Menurut BBWS 14 titik itu terkategori kritis sehingga diprioritaskan dan itu menyesuaikan kemampuan (anggaran) BBWS juga. Realisasi 14 titik ini lebih baik daripada tahun lalu yang cuma empat titik saja,” bebernya.

Rois menjelaskan, pengerjaan dilakukan BBWS Brantas sejak Mei hingga akhir bulan nanti. Dari 14 titik proyek mitigasi banjir itu tiga di antaranya masih dalam pengerjaan. Dipastikannya, pengerjaan rampung sebelum akhir bulan nanti. ”Di Desa Jabontegal dan Tunggalpager (Kecamatan Pungging) ada tiga titik pemasangan bronjong yang pengerjaannya masih 50 persen. Target akhir bulan nanti sudah selesai,” sebutnya.

Baca Juga :  Buaya Berukuran 1,2 Meter Awalnya Hanyut di Selokan Magersari Kota Mojokerto

Berdasarkan hasil asesmen petugas, aliran Sungai Avour Sumberwaru di Dusun Sumberwaru, Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, jadi prioritas penanganan ketimbang titik lainnya. Bahkan, penanggulangan banjir tahunan di sepanjang aliran tersebut turut dikerjakan DPUPR dengan sumber anggaran P-APBD akhir tahun nanti.

”Sebenarnya selain di Sumberwaru, sepanjang Kali Gembolo juga prioritas karena banyak tanggul yang sudah lama longsor. Dan tahun ini penanganan kami fokuskan khusus untuk potensi banjir yang masuk ke kawasan permukiman. Di mana itu jadi area kita sendiri sehingga kami bisa turut lakukan pengerjaan,” tandas Rois. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/