Distribusi MBG Diprediksi Kembali Normal pada 8 Januari
KOTA - Awal tahun 2026, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mojokerto serempak mandek. Layanan tersebut diprediksi bakal kembali berjalan normal mulai pertengahan pekan ini.
Kepala SMPN 8 Mojokerto Siti Nuryati menyebutkan, program MBG di sekolahnya sudah tak lagi berjalan sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu. Bahkan, saat siswa masuk sekolah pada hari ini (5/1), distribusi MBG juga masih ditiadakan sementara. ”Iya, tidak ada distribusi sampai 7 Januari nanti. Baru bisa dibagikan lagi mulai Kamis (8/1) lusa,” ungkapnya, kemarin.
Pengelola SPPG Miji, Ratna Puji Astuti, menyatakan, untuk sementara waktu proses pembagian MBG ke sekolah maupun balita, ibu hamil, serta lansia memang disetop. ”Kita sesuai instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN), sementara mandek distribusi dulu,” katanya.
Namun, Ratna mengaku tidak mengetahui pasti penyebab diberhentikannya program distribusi MBG ini. Sebab, lanjutnya, dari BGN menginstruksikan kepada SPPG bahwa pembagian program tersebut akan kembali normal Kamis pekan ini. ”Kalau sesuai instruksi, SPPG bisa mulai kembali distribusi tanggal 8 Januari nanti,” bebernya.
Hal senada diungkapkan pengelola SPPG Purwotengah Hery Kiswanto. Ia menyebut, penyaluran MBG di bawah naungan unit SPPG-nya sudah mandek sejak 25 Desember 2025 lalu. ”Kita malahan sudah libur saat Natalan kemarin,” ulas dia. Kendati demikian, Hery mengaku belum mengetahui kapan MBG kembali digulirkan. ”Kalau kembali beroperasinya kapan kita belum tahu, masih tunggu informasi dari pusat,” imbuhnya.
Di unit SPPG Wates, distribusi MBG juga tak kunjung beroperasi semenjak diberhentikan pada Rabu, 17 Desember 2025 lalu. Satgas Lapangan MBG SPPG Wates, Didik, membenarkan adanya instruksi pemberhentian operasional sementara dari BGN.
”Betul, kita menunggu informasi lagi dari pusat,” tuturnya. Pihaknya juga belum mengetahui kapan SPPG bisa kembali mendistribusikan MBG ke sekolah dan masyarakat penerima program. ”Kalau untuk waktu operasional kembali normal lagi, kita belum tahu,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah