Dalam waktu dekat mereka bakal melakukan evaluasi sekaligus pemeriksaan armada untuk mengetahui tingkat kelaikan kendaraan, spesifikasi, hingga standarisasi driver. Hal ini tak lain agar peristiwa kecelakaan di Jakarta maupun Pekalongan pekan lalu tidak terjadi di Kabupaten Mojokerto.
”Ya, tentu peristiwa tersebut membuat keprihatinan kita bersama. Jangan sampai ini terjadi, apalagi di Kabupaten Mojokerto,” ungkap Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto, kemarin.
Dia menuturkan, guna mengantisipasi agar hal serupa tidak terjadi di Kabupaten Mojokerto, pihaknya berencana akan melakukan evaluasi dan pemeriksaan pada unit-unit kendaraan MBG. Yakni, melalui pengecekan rutin bagi kendaraan pengirim paket MBG di masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Meliputi, pengecekan mesin, fungsi pengereman, lampu, hingga kondisi kendaraan secara teknis. ”Utamanya pada fungsi pengereman. Karena ini yang penting,” paparnya.
Belakangan diketahui mobil MBG adalah mobil boks yang dimodifikasi khusus untuk distribusi makanan higienis, mengedepankan material food-grade (aluminium solid, rak PVC), konstruksi kuat (rangka baja, atap galvanil), sistem pengamanan (grendel stainless steel, penahan pintu rantai), serta pencahayaan LED untuk memastikan keamanan dan kebersihan makanan.
Seringkali berbasis pada sasis tangguh, seperti Gran Max atau sejenisnya, dengan penekanan pada ketangguhan, efisiensi, dan kemudahan perawatan untuk menjangkau sekolah di berbagai wilayah.
Bambang menegaskan, kendati belum memastikan kapan rencana pengecekan tersebut dilakukan, namun pihaknya segera menjadwalkan dalam waktu. Sembari melakukan pendataan jumlah unit dan berkoordinasi dengan SPPG di Kabupaten Mojokerto. ”Secepatnya, bisa saja pekan ini kita lakukan,” paparnya.
Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menyatakan, sebelum dioperasionalkan, kendaraan pengantar paket MBG ke berbagai sekolah tersebut sejatinya memang sudah melalui tahapan penyeleksian. Baik dari sisi kelaikan maupun standar operasional prosedur (SOP) driver. ”Untuk SPPG Polri driver kendaraan sudah melalui tahap seleksi, baik ujian teori maupun praktik,” terangnya.
Meski demikian, guna melakukan langkah antisipasi agar insiden kecelakaan yang melibatkan mobil MBG tidak terulang, Ihram menegaskan, kepolisian akan selalu mendukung upaya evaluasi. Baik menyentuh mekanisme pendistribusian, kondisi kendaraan, driver, hingga personel pengawasan. ”Kalau tujuannya demi perbaikan, tentunya kita selalu lakukan evaluasi,” paparnya. (ram/oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah