Dibuka Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono, kejuaraan ini berjalan meriah. Olahraga ini diharapkan mampu merekatkan tenaga pendidik di Kabupaten Mojokerto.
’’Selain dapat kesehatannya, kegiatan turnamen futsal tentu menjadi terobosan bagi guru PJOK dalam mempererat silaturahmi antarpendidik,’’ ungkap Ludfi.
Melalui momentum ini, sportivitas juga harus tetap dijaga. Dan menjadi teladan bagi peserta didik.
’’Namanya guru itu digugu dan ditiru. Makanya pada turnamen kali ini, kita harus tunjukkan sportivitas kita sebagai pendidik, tidak sekadar teori dalam pembelajaran tapi langsung dipraktikkan di lapangan,’’ paparnya.
Sementara itu, Ketua KKG PJOK Kabupaten Mojokerto Joko Santoso menambahkan, turnamen futsal ini berlangsung selama tiga hari sejak 9 hingga 11 Januari.
’’Terdapat 18 tim. Jadi setiap kecamatan diwakili satu tim,’’ ungkapnya.
Sebagai support, seluruh guru PJOK harus terlibat dan hadir saat gelaran turnamen berlangsung. Itu sebagai bentuk dukungan dan tujuan diadakannya kegiatan ini.
’’Poin pentingnya turnamen futsal ini kan untuk mempererat persaudaraan antarpendidik, khususnya guru PJOK,’’ tegasnya.
Lebih jauh, kegiatan ini tentu juga berimbas pada kesehatan. Termasuk, mengimplementasikan teori yang selama ini diajarkan kepada peserta didik. Sehingga, dalam ajang ini juga untuk menjunjung nilai-nilai sportivitas.
’’Jadi, apa yang diajarkan ke peserta didik, juga kita terapkan dalam turnamen futsal ini. Ini juga akan digelar rutin tiap tahun menjadi piala bergilir, dengan dimulai tahun ini,’’ paparnya.
Turut hadir dalam pembukaan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) se-Kecamatan Kemlagi, hingga Forkopimca Kemlagi. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah