Program Unggulan SMPIT Permata, Siswa Kelas 9 Diuji lewat Presentasi Tugas Akhir

UJIAN presentasi tugas akhir menjadi salah satu program unggulan SMPIT Permata Mojokerto. Pada pelaksanaannya, siswa kelas 9 atau kelas akhir diuji melalui presentasi dan tanya jawab langsung dengan penguji.
Para siswa menampilkan hasil karya dari kelompok mereka masing-masing di depan penguji. Kegiatan tersebut menjadi puncak proses belajar siswa di tingkat SMP. Siswa memaparkan hasil karya atau proyek akhir yang telah mereka susun melalui sesi presentasi dan tanya jawab bersama penguji atau guru.
Kepala SMPIT Permata Mojokerto, Chusniatul Khisoli atau yang akrab disapa Nia, mengatakan program ini sengaja dirancang bukan hanya sebagai syarat kelulusan. ”Ujian presentasi tugas akhir ini adalah program unggulan kami. Tujuannya membantu siswa memetakan potensi diri, merancang visi masa depan, serta mempertanggungjawabkan hasil penelitian atau proyek akhir yang telah mereka susun,” ujar Nia.
Menurut Nia, siswa dilatih untuk tidak hanya menguasai materi, tetapi juga berani tampil dan menyampaikan gagasan secara sistematis. ”Anak-anak dilatih untuk berani tampil, menyampaikan gagasan secara sistematis, dan menjawab pertanyaan penguji. Ini bekal penting sebelum mereka melanjutkan ke jenjang berikutnya,” katanya.
Ia menambahkan, melalui presentasi ini siswa juga belajar tentang tanggung jawab terhadap karya yang mereka buat sendiri. ”Kami ingin anak-anak tidak hanya bisa membuat karya, tetapi juga bisa mempertanggungjawabkannya. Kalau ditanya penguji, mereka harus bisa menjelaskan alasan, proses, dan hasil dari karya tersebut,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok mempresentasikan karya mereka secara bergiliran. Penguji kemudian memberikan pertanyaan, masukan, serta penilaian terhadap isi karya, cara penyampaian, hingga kemampuan siswa dalam mempertahankan argumen.
Nia menilai, proses tanya jawab menjadi bagian terpenting dalam ujian ini. Salah satu keunikan dalam presentasi ini adalah siswa dilatih untuk memasukkan empat bahasa dalam penyampaiannya, yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jawa, dan bahasa Arab. Melalui latihan ini, siswa tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga dibiasakan berkomunikasi dalam berbagai bahasa dan percaya diri tampil di depan penguji. ”Di sinilah kemampuan berpikir kritis mereka terasah. Mereka belajar mempertahankan argumen dengan sopan, menerima masukan, dan memperbaiki cara berpikirnya,” ujar Nia.
Ia berharap, melalui program unggulan ini, siswa kelas 9 tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan gambaran yang jelas tentang arah masa depan mereka. ”Kami berharap anak-anak lulus tidak hanya dengan nilai, tetapi juga dengan kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan visi yang jelas tentang mau jadi apa ke depannya. Itu yang paling kami harapkan dari program ini,” pungkasnya. (oce/fen)


