Bunga Bangkai Jadi Bahan Belajar Luar Kelas Siswa MI di Sooko Mojokerto

SOOKO - Fenomena menarik terjadi di Dusun Kedungpring, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (2/11). Sebuah bunga bangkai atau tanaman yang berasal dari umbi suweg (Amorphophallus) tumbuh subur di pekarangan rumah warga setempat dan mendadak menjadi pusat perhatian.
Tidak hanya menarik perhatian warga sekitar yang penasaran ingin melihat bentuk uniknya dari dekat, kemunculan flora langka ini juga dimanfaatkan oleh para pendidik sebagai sarana edukasi. Senin (2/11), puluhan siswa dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ihyaul Ulum Kedungpring mendatangi lokasi untuk melakukan pembelajaran luar kelas (outdoor learning).
Kehadiran bunga bangkai di lingkungan pemukiman ini dinilai sebagai momentum emas bagi dunia pendidikan dasar. Guru pendamping MI Ihyaul Ulum Kedungpring mengungkapkan bahwa pembelajaran langsung di alam jauh lebih efektif untuk mengenalkan siswa pada keanekaragaman hayati ketimbang hanya membaca teori di dalam buku teks.

”Anak-anak sangat antusias. Biasanya mereka hanya melihat gambar bunga bangkai di buku pelajaran atau internet. Sekarang, mereka bisa melihat langsung bentuk fisik, warna, hingga mencium aroma khasnya secara langsung di alam,” ujar Bu Faiq, guru pendamping MI Ihyaul Ulum Kedungpring di lokasi.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampak antusias mengamati struktur tanaman suweg tersebut, mulai dari bagian umbi, batang, hingga kelopak bunganya yang lebar. Para guru juga memberikan penjelasan mendalam mengenai siklus hidup tanaman tersebut, perbedaan antara bunga bangkai dan Rafflesia Arnoldii, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekitar. (fen)



