27.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Proyek Gedung Sekolah di Kabupaten Mojokerto Terancam Molor

Kepsek Sebut Terkendala Cuaca, Dispendik Warning Konsultan Pengawas

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pembangunan sejumlah proyek Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) di kabupaten terancam molor. Sejumlah faktor kendala menyebabkan progres pembangunan sekolah ketar-ketir menuju waktu deadline yang hanya tersisa sebulan lagi.

Seperti pembangunan RKB di SMPN 1 Mojoanyar. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, kemarin (22/11) terdapat dua ruang kelas di lantai dua yang kini masih dalam proses pembangunan. Meski ditarget rampung hingga pertengahan Desember nanti, namun pengerjaan proyek dua ruang kelas baru itu masih belum mencapai 50 persen dari total pengerjaan. ’’Iya, mau dibuat dua ruang kelas VII di lantai dua. Sekarang masih dalam proses penyelesaian. Sistem pengerjaannya kontraktual,’’ ujar Kepala SMPN 1 Mojoanyar Siswoto.

Disinggung terkait kendala, Siswoto menuturkan, lambannya proses pengerjaan pembangunan dua RKB ini lantaran terkendala cuaca. Sehingga, garapan proyek ini tak kunjung menyentuh capaian sekitar 50 persen. ’’Kalau kendala lain, belum ada. Karena cuaca saja makanya agak lamban. Semoga bisa segera dipakai tahun depan, karena dua kelas itu sangat butuh ruang untuk proses pembelajaran yang nyaman,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kemenkes Minta RS Siapkan Tempat Tidur Antisipasi Kenaikan COVID-19

Adapun, dua kelas yang kini belum mendapat ruangan itu masih menumpang di ruang laboratorium bahasa yang tak lagi difungsikan. Proses pembelajaran kedua kelas itu terpaksa disekat dengan dinding kayu.

Di SMPN 2 Kemlagi yang baru dibangun tahun lalu, juga masih dalam proses pembangunan hingga kemarin. Total ada tiga ruang kelas baru yang akan dibangun. Namun, lagi-lagi cuaca juga menjadi salah satu penghambat jalannya proses pengerjaan ketiga ruang kelas baru itu. ’’Selain cuaca, akses jalan masuk kami juga menjadi salah satu kendala pembangunan. Sisi samping sekolah kan kalau hujan langsung jalannya jadi becek dan berlumpur. Padahal, jalan itu untuk akses masuknya bahan bangunan,’’ kata Kepala SMPN 2 Kemlagi Sri Indayani.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Sarana Prasarana (Sarpras) Sekolah Dispendik Kabupaten Mojokerto Adi Mahendarto menuturkan, pihaknya sudah memberikan warning seluruh konsultan pengawas dari kedelapan proyek tersebut. Salah satunya, pemanggilan konsultan pengawas proyek di TKN Pembina III Dawarblandong. ’’Sudah kita panggil untuk segera menyelesaikan proyeknya sesuai deadline. Seperti yang di TKN Dawarblandong, sempat kita panggil karena lima kali ganti vendor. Tapi, Alhamdulillah sudah jalan lagi ini,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Semarak HUT Ke-77 PGRI dan HGN 2022 Kota Mojokerto

Disinggung terkait hambatan cuaca untuk proses pengerjaan, Adi menuturkan, hal tersebut lumrah. Sehingga, dia meminta semua konsultan pengawas untuk tidak mengeluh dengan pengerjaan proyek yang tersisa sebulan itu. ’’Kami minta semua konsultan tidak mengeluh dengan sisa waktu ini. Insyaalloh bisa, kalau Desember nanti rampung,’’ papar dia.

Selain itu, Adi juga memberikan peringatan pada delapan proyek ini, terkait denda yang menanti apabila pengerjaan tak rampung sesuai jadwal. Meski nantinya molor, tetap akan ada pemberian perpanjangan waktu pekerjaan, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Yakni dengan batas penambahan waktu penyelesaian paling lama 50 hari.

’’Kalau nggak bisa segera dituntaskan langsung kami denda. Tetap kami berikan kesempatan 50 hari ke depan, bahkan lampaui tahun pun boleh. Tapi konsekuensinya pembayaran proyek ndak bisa dilakukan langsung, tapi harus nunggu P-APBD,’’ tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) di delapan lembaga tengah dikebut. Lantaran, dengan sisa waktu yang hanya sebulan, progres pembangunan masih sangat rendah. Dipastikan, rekanan pun ngos-ngosan untuk merampungkan proyek tersebut. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/