alexametrics
32.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

Usul Tambahan BPOPP Rp 15 Miliar

Bagi SMA, SMK, dan SLB di Mojokerto Raya

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Kota Mojokerto usulkan penambahan biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan (BPOPP) dalam perubahan anggaran. Sebab, dalam APBD murni tahun ini, bantuan tersebut dialokasikan tak utuh hingga setahun.

Kepala Cabdindik Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten Kota Mojokerto Trisilo Budi Prasetyo mengatakan, tahun ini, BPOPP yang diperuntukkan bagi SMA, SMK, serta SLB hanya dianggarkan selama sembilan bulan oleh provinsi. Lantaran, anggaran sebelumnya dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, atas usulan dari DPRD Jatim, BPOPP kembali diusulkan dalam P-APBD 2022 Oktober nanti. ’’Iya, hanya dapat sembilan bulan saja. Makanya ini, semua sekolah sudah setor RAPBS (rencana anggaran pendapatan belanja sekolah) agar nanti bisa diusulkan untuk penambahan anggaran. Sehingga, nantinya SMA, SMK dan SLB bisa penuh menerima 12 bulan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tahun Ini, Muncul Dua Sekolah Baru

Dalam usulan tersebut, Trisilo menyebutkan, khusus di Mojokerto ada pengajuan sekitar Rp 15 miliar untuk anggaran BPOPP. Itu sedianya akan menyasar sekolah negeri maupun swasta. ’’Karena memang banyak sekolahnya. Terutama untuk yang swasta, nanti penerimanya juga per siswa,’’ ucapnya.

Pihaknya memaparkan, dana BPOPP tahun ini totalnya mencapai Rp 48,6 miliar. Adapun, pencairan dilakukan tiga bulan sekali. Jumlah tersebut disalurkan dengan total penerima sebanyak 38.295 siswa di kabupaten dan 10.519 siswa di kota. Adapun, pemanfaatan BPOPP ini bertujuan meringankan beban biaya operasional sekolah bagi peserta didik pada sekolah.

Mantan Kacabdindik Wilayah Kabupaten Jombang ini menambahkan, setiap lembaga menerima besaran BPOPP yang berbeda. Dia merinci, untuk di SMA kota, per siswa menerima Rp 95 ribu, sedangkan di SMA Kabupaten, per anak dijatah Rp 85 ribu per bulan. Lalu, untuk di SMK Kabupaten, siswa di jurusan teknik menerima Rp 150 ribu dan khusus non teknik Rp 120 ribu per bulan.

Baca Juga :  Lima SMP Gulung Tikar

Sedang di kota, siswa SMK teknik mendapatkan bantuan sebesar Rp 170 ribu dan non teknik menerima Rp 135 ribu. ’’Untuk yang SLB menerima Rp 150 ribu Baik kota dan kabupaten. Ini masih sebatas usulan saja, kepastian penambahan BPOPP itu nanti baru bisa kita lihat hasilnya saat Oktober nanti,’’ pungkasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/