25.8 C
Mojokerto
Sunday, December 4, 2022

Seleksi Dilakukan Tanpa Tes

P3K Formasi Guru, Pemkot Bentuk Tim Pansel dan Observasi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Guru honorer di Kota Mojokerto berpeluang besar mengisi 168 formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) tahun 2022. Terlebih, tahap seleksi tahun ini dilakukan tanpa tes, melainkan observasi oleh tim yang dibentuk pemkot.

Sekdakot Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengungkapkan, tahun ini Pemkot Mojokerto memastikan mendapat kuota 168 formasi untuk jabatan fungsional guru. Dia menyebut, penyelenggaraan seleksi akan dilaksanakan sesuai mekanisme yang ditetapkan melalui Keputusan Mendikbudristek 349/P/2022. ’’Yang jelas, proses seleksi ini dilakukan oleh tim pansel dan tim observasi,’’ terangnya.

Gaguk menyatakan, tim tersebutlah yang akan bertugas melakukan evaluasi dan observasi kepada peserta calon P3K formasi guru. Sehingga, pelaksanaannya akan berbeda dengan seleksi P3K yang pernah digelar sebelumnya karena dilakukan tanpa tes. ’’Jadi, tidak ada proses seleksi yang sifatnya ujian kompetensi,’’ bebernya.

Baca Juga :  Insentif Guru Honorer Dicairkan April

Kendati demikian, terdapat kriteria tertentu yang akan menjadi penentu kelulusan peserta P3K. Salah satunya terkait linieritas pendidikan dengan formasi P3K. ’’Termasuk ada faktor-faktor lainnya. Nanti tim inilah yang akan melakukan evaluasi dan observasi,’’ imbuhnya.

Namun, terdapat kategori prioritas untuk bisa mengisi 168 slot formasi P3K di Kota Mojokerto. Prioritas pertama diberikan kepada guru honorer yang telah memenuhi nilai ambang batas atau passing grade pada seleksi P3K 2021 namun tidak lulus karena kuota terbatas.
Sedangkan guru honorer di sekolah negeri mendapat prioritas kedua. Dengan catatan telah mengabdi lebih tiga tahun dan terdaftar pada data pokok pendidikan (dapodik). Sedangkan prioritas ketiga diberikan pada guru honorer di lembaga pendidikan swasta sepanjang kuota masih tersedia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Amin Wachid menambahkan, dari 168 formasi P3K telah mencakup kebutuhan guru agama hingga guru mata pelajaran di lembaga SD dan SMP negeri. Pelaksanaan seleksi akan dilakukan dengan membentuk tim observer yang akan melakukan penilaian langsung di lapangan.

Baca Juga :  Tak Bisa Ikut CPNS, Guru Honorer Datangi Pemkab

Masing-masing terdiri dari pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru. ’’Tim observer ini nanti yang jadi penilaian riil di lapangan. Mereka akan mengobservasi apakah bener guru bekerja di situ, dedikasinya bagaimana, dan sesuai dengan formasi atau tidak,’’ tandasnya.
Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dikbud Kota Mojokerto didapuk menjadi tim pansel dalam proses seleksi P3K. Kedua OPD tersebut telah menandatangani pakta integritas untuk melaksanakan seleksi secara transparan dan tidak ada pungutan.

Terkait tahapan pendaftaran, sejauh ini Pemkot Mojokerto masih menunggu petunjuk resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). ’’Harapannya, dari 168 formasi P3K bisa terisi semua,’’ imbuh Amin. (ram/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/