
JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pasca ditaklukkan Tottenham dalam pertandingan final Liga Europa yang digelar di Stadion San Mames pada Kamis (22/5) yang lalu, Manchester United (MU) nampaknya kini semakin terpuruk dalam mimpi buruknya.
Laga final Tottenham vs Manchester United yang berakhir kemenangan bagi Hotspur dengan skor 1-0 tersebut, telah memupus harapan klub setan merah untuk menjuarai kompetisi sepak bola di kancah Eropa musim ke-54 ini.
Gagal mengantongi tiket ke Liga Champions membuat klub didikan Ruben Amorim tersebut semakin tersudut dalam bayang-bayang ketidakpastian bursa transfer pemain kali ini, hal ini juga tentunya mempengaruhi rencana Amorim untuk mendatangkan beberapa pemain potensial.
Diketahui dari berbagai sumber berita Internasional, Pelatih asal Portugal tersebut telah memasukkan beberapa nama pemain yang akan ia rekrut dalam bursa transfer kali ini. Namun kekalahan klubnya saat melawan Tottenham beberapa waktu yang lalu, turut mempengaruhi rencana Amorim ini.
Tiga kandidat dalam bursa transfer pemain Manchester United
Beberapa nama bintang sepak bola kelas dunia telah masuk dalam daftar pemain yang akan Amorim rekrut, nama-nama tersebut rencananya akan mengisi beberapa posisi pemain yang akan melengkapi skuad kesebelasan berjuluk setan merah tersebut.
Mantan pemain klub sepak bola Portugal tersebut berencana melakukan perubahan strategis bagi Manchester, dengan menguatkan lini serang yang dinilai kurang memuaskan sepanjang musim ini. Sebelum laga tanding final bersama Tottenham, Manchester telah mengumumkan nama-nama kandidat yang akan direkrut.
Matheus Cunha, pemain penyerang asal Brasil tersebut didapuk sebagai salah satu calon kandidat pemain yang akan merumput bersama Manchester setelah transaksi 'jual beli' pemain kali ini dilakukan. Cunha sendiri telah dilirik Amorim beberapa waktu yang lalu dan berencana mengontraknya selama lima tahun.
Untuk mendatangkan pemain sepak bola berusia 25 tahun tersebut, Manchester harus menyiapkan budget pembelian pemain senilai 1,3 Triliun Rupiah, harga tersebut tentunya cukup masuk akal bagi pemain yang telah mencetak 10 gol bagi Wolves dalam Liga Premier 2024/2025.
Selain Matheus Cunha, Liam Delap juga menjadi calon kandidat pemain yang masuk dalam daftar bursa transfer pemain Manchester United kali ini. Untuk mendatangkan Striker Ipswich Town tersebut, Manchester harus menyiapkan dana sejumlah 656 Miliar Rupiah.
Penampilan pemain penyerang berusia 22 tahun tersebut bersama klub didikan Kieran McKenna juga tak bisa dianggap remeh, sepanjang laga yang ia mainkan musim ini, Liam Delap telah mencetak 10 gol dari total 28 penampilannya.
Selain Matheus Cunha dan Liam Delap, Tyler Dibling juga berencana direkrut setan merah dalam bursa transfer pemain kali ini. Namun untuk memboyong Dibling dari Southampton, Manchester harus memenuhi syarat tertentu.
Dikabarkan, Southampton bersedia 'menjual' pemain gelandangnya tersebut dengan mahar 2,2 Triliun Rupiah, harga yang cukup fantastis dalam bursa transfer pemain kali ini. Jumlah mahar bagi Dibling tersebut tentunya lebih besar dibandingkan dengan dua nama kandidat pemain lainnya.
Transfer pemain setan merah tinggal angan
Gagal menyabet gelar juara Liga Europa 2024/2025 tentunya menjadi pukulan sendiri bagi Manchester, bahkan bisa dibilang penampilan anak didik Ruben Amorim musim ini tidak stabil dari segi penyerangan dan tembakan gol.
Sebenarnya banyak sekali peluang yang bisa didapatkan Manchester United jika berhasil menjuarai kompetisi sepak bola di kancah Eropa tersebut. Salah satunya adalah penyegaran pemain yang telah direncanakan Amorim sebelumnya, melalui bursa transfer pemain kali ini.
Namun sayangnya, hal tersebut tampaknya akan menjadi prioritas kedua bagi setan merah, mengingat pemasukan klub yang tak bisa diraih karena gagal menjuarai Liga Europa 2024/2025 ini. Diketahui besaran pemasukan yang akan diraih Manchester jika memenangkan kompetisi tersebut adalah senilai 1,75 Triliun Rupiah.
Dengan begitu, tanpa pemasukan yang memadai, daftar nama pemain yang menjadi kandidat Manchester dalam bursa transfer pemain kali ini terancam ditunda atau bahkan dibatalkan.

