AYAM Geprek Widodari bukan ayam geprek biasa. Menu Promo On Theme di Lynn Hotel, Jalan Empunala Nomor 87 Kota Mojokerto memiliki cita rasa khas yang memanjakan lidah penikmatnya. Daging ayam yang empuk dibalut kriuk krispi yang begitu terasa gurih.
Ya, Ayam Geprek Widodari menjadi menu khusus di akhir tahun menyambut perayaan natal dan tahun baru 2022. ’’Dan yang membuat istimewa, Ayam Geprek Widodari ini kita sajikan dengan empat varian sambal,’’ ungkap Ardi Yusuf Nur Samsa, chef Lynn Hotel.
Empat varian sambal itu adalah, sambal mata (dabu-dabu), sambal bawang, sambal hijau, dan saus black pepper. Ditambah lagi dengan telur orak-arik menjadikan sajian kian lengkap. Dari empat varian sambal itu pelanggan bisa memilih. Termasuk, bisa request level kepedasan yang disukai. ’’Rasanya saya jamin krispinya tahan lama banget. Bisa sampai 6-8 jam di suhu biasa tanpa dipanasi. Karena ada tepung racikan khas hotel sendiri,’’ tuturnya.
Menurutnya, menu ini menjadi andalan promo bulan Desember ini. Harganya tak menguras kantong. Dibanderol Rp 35 ribu per porsi, penikmat kuliner sudah mendapatkan lauk pendamping berupa tahu dan tempe.
Menu Hotel bintang tiga di tengah kota ini nyatanya tak dikhususkan bagi penginap hotel, melainkan bisa dinikmati bagi semua masyarakat umum. ’’Kita selalu ready bagi siapapun yang ingin makan bareng sama keluarga, pasangan, teman kantor atau pun rekan bisnis. Kita jamin semuanya fresh, termasuk hidangan sambalnya,’’ bebernya.
Tak hanya Ayam Geprek Widodari, Lynn Hotel juga siapkan menu Promo On Theme ’’Rainbow Squash’’. Minuman disajikan dingin ini pun sangat cocok disandingkan dengan Ayam Geprek Widodari. Sebagai pilihan, Lynn Hotel juga menyediakan sajian panas untuk Wedang Uwuh dan Wedang Jahe Empunala.
Sebelumnya juga ada Ayam Betutu. Bahkan, karena permintaan cukup tinggi, menu ini bertahan sampai tiga bulan. Termasuk juga Nasi Timbel. ’’Dan yang baru saat ini Ayam Geprek Widodari. Memang tiap bulan kita ganti, ini sebagai varian sekaligus memanjakan para penikmat kuliner agar tidak mudah bosan,’’ bebernya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah