Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Puthuk Gragal, Pacet Sajikan Jalur Ektrem

Imron Arlado • Jumat, 23 Oktober 2020 | 17:10 WIB
puthuk-gragal-pacet-sajikan-jalur-ektrem
puthuk-gragal-pacet-sajikan-jalur-ektrem

PESONA pegunungan masih menjadi destinasi favorit para pendaki. Terbaru, di kaki Gunung Welirang, Puthuk Gragal menjadi idola penghobi tracking. Puthuk ini menawarkan berbagai view indah di ketinggian sekitar 1.480 mdpl.


Kabid Pariwisata Disparpora Kabupaten Mojokerto Syadilah, sempat menjajal rute tracking ke puncak Puthuk Gragal menceritakan, bukit ini layak menjadi salah satu favorit para pendaki. ’’Dari puncak Puthuk Gragal bisa terlihat indahnya puncak Puthuk Siwur serta Gunung Pundak. Apalagi view Welirang juga tampak jelas di latar belakang,” ujar pria yang juga penghobi tracking ini.


Untuk mencapai puncak, para pendaki harus terlebih dahulu melewati jalan setapak yang cukup terjal. Sesuai namanya, sepanjang jalan Puthuk Gragal memang terdiri dari bebatuan atau gragal (bahasa Jawa).


Setidaknya terdapat 4 pos yang harus terlebih dahulu dilewati para pendaki. Sepanjang rute, tiap pos juga dipenuhi tanjakan. Suatu rute yang lumayan berat dan menantang. Namun sekaligus menjadikan perjalanan terasa kian menarik.


Pos pertama adalah pos Watu Ceper yang terletak di Desa Cembor, Pacet. Di pintu masuk pendakian via Cembor ini, juga tersedia tempat penitipan bagi pendaki yang membawa kendaraan. Selanjutnya perjalanan melewati jalan desa yang sejuk dengan rimbunnya pepohonan bambu.


Rute selanjutnya terasa menantang. Tanjakan yang dilalui juga cukup curam. Beberapa pendaki menyebutkan, kemiringan tanjakan ini bisa mencapai sampai 60 derajat. Namun bagi pendaki yang enggan melalui jalur ini, tersedia jalur lain yang lebih landai. ’’Karena berupa jalur mengitari punggung bukit,” imbuh Syadilah.


Tantangan berat lainnya tersaji saat pendaki memasuki tanjakan yang disebut Tanjakan Celeng. Rute ini cukup menguras stamina. Karena berupa tanjakan yang seakan tiada habisnya. 


Namun perjalanan berat ini justru merupakan salah satu daya tarik Puthuk Gragal. Terbukti, tiap akhir pekan dan hari libur, jalur pendakian ini selalu dipenuhi para pendaki. ’’Keindahan puncak Puthuk Gragal tak kalah dengan puncak bukit lainnya,” tandasnya.(nto)

Editor : Imron Arlado