alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Trowulan, Majapahit Cultural Heritage Area

Masa liburan sangat menarik apabila mengunjungi tempat peninggalan sejarah di Trowulan. Wisata sejarah dan edukasi ini juga mampu menghadirkan suasana masa lampau yang kerap diliputi legenda. 

Belasan candi tersebar di desa-desa wilayah Trowulan. Mulai Candi Brahu, Gentong, Bajangratu, Wringin Lawang, Tikus, kolam Segaran, hingga Pendopo Agung Mojopahit. Selain itu, reruntuhan candi, situs-situs yang bisa dikunjungi pun tersebar di bekas wilayah Kerajaan Majapahit itu.

Lokasi-lokasi tersebut berisikan benda-benda cagar budaya yang memiliki nilai dan historis tersendiri. Kesemunya masih sangat erat terkait dengan era Kerajaan Wilwatikta/Majapahit. Jika mengunjunginya, praktis akan merasakan suasana masa lampau. Lantaran bangunan candi, situs, dan reruntuhan, yang tampak khas karakteristik bangunan yang jauh berbeda dengan bangunan kekinian.

Baca Juga :  Potret Ekonomi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Di Tengah Pandemi

’’Seluruh candi atau situs yang sudah layak dikunjungi, sekarang ini sudah dibuka semua. Sebelumnya, sempat ditutup karena pandemi,’’ ujar Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jatim, Zakaria Kasimin, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (30/12).

Seluruh lokasi tersebut telah memiliki juru pelihara yang merawat keberadaan candi/situs sesuai standar. Pihaknya pun menegaskan, lokasi candi tersebut dapat dikunjungi maupaun digunakan berwisata. Candi/situs yang dikelola BPCB Provinsi Jatim itu seluruhnya memiliki nilai historis tersendiri. Semua telah melalui tahapan ekskavasi hingga penelitian. Yang mana, ternyata memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. ’’Kecuali Museum Majapahit di Trowulan masih dibenahi karena ada renovasi. Harapan kami dapat segera buka,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Luasan Struktur Keliling Situs Masih Misteri

 Benda cagar budaya yang tersebar di Trowulan tersebut terbilang memiliki nuansa tersendiri. Menawarkan suasana masa lampau yang khas. Belum lagi, legenda yang menghidupi kawasan tersebut. Seperti halnya Pendapa Majapahit, di mana lokasi tersebut dipercaya sebagai lokasi Patih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang terkenal se-Nusantara.

Kemudian Kolam Segaran. Konon bangunan tanggul air mirip waduk itu tempat kerajaan menjamu tamu-tamu mancanegara yang berkunjung ke Majapahit. Sejumlah candi berbahan batu bata merah yang diperkirakan digunakan sebagai tempat pendharmaan para raja hingga bangunan suci peribadatan masa silam. (fen/abi)

 

Masa liburan sangat menarik apabila mengunjungi tempat peninggalan sejarah di Trowulan. Wisata sejarah dan edukasi ini juga mampu menghadirkan suasana masa lampau yang kerap diliputi legenda. 

Belasan candi tersebar di desa-desa wilayah Trowulan. Mulai Candi Brahu, Gentong, Bajangratu, Wringin Lawang, Tikus, kolam Segaran, hingga Pendopo Agung Mojopahit. Selain itu, reruntuhan candi, situs-situs yang bisa dikunjungi pun tersebar di bekas wilayah Kerajaan Majapahit itu.

Lokasi-lokasi tersebut berisikan benda-benda cagar budaya yang memiliki nilai dan historis tersendiri. Kesemunya masih sangat erat terkait dengan era Kerajaan Wilwatikta/Majapahit. Jika mengunjunginya, praktis akan merasakan suasana masa lampau. Lantaran bangunan candi, situs, dan reruntuhan, yang tampak khas karakteristik bangunan yang jauh berbeda dengan bangunan kekinian.

Baca Juga :  Gerakkan Pemuda, Manfaatkan Potensi Desa

’’Seluruh candi atau situs yang sudah layak dikunjungi, sekarang ini sudah dibuka semua. Sebelumnya, sempat ditutup karena pandemi,’’ ujar Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jatim, Zakaria Kasimin, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (30/12).

Seluruh lokasi tersebut telah memiliki juru pelihara yang merawat keberadaan candi/situs sesuai standar. Pihaknya pun menegaskan, lokasi candi tersebut dapat dikunjungi maupaun digunakan berwisata. Candi/situs yang dikelola BPCB Provinsi Jatim itu seluruhnya memiliki nilai historis tersendiri. Semua telah melalui tahapan ekskavasi hingga penelitian. Yang mana, ternyata memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. ’’Kecuali Museum Majapahit di Trowulan masih dibenahi karena ada renovasi. Harapan kami dapat segera buka,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Luasan Struktur Keliling Situs Masih Misteri

 Benda cagar budaya yang tersebar di Trowulan tersebut terbilang memiliki nuansa tersendiri. Menawarkan suasana masa lampau yang khas. Belum lagi, legenda yang menghidupi kawasan tersebut. Seperti halnya Pendapa Majapahit, di mana lokasi tersebut dipercaya sebagai lokasi Patih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang terkenal se-Nusantara.

- Advertisement -

Kemudian Kolam Segaran. Konon bangunan tanggul air mirip waduk itu tempat kerajaan menjamu tamu-tamu mancanegara yang berkunjung ke Majapahit. Sejumlah candi berbahan batu bata merah yang diperkirakan digunakan sebagai tempat pendharmaan para raja hingga bangunan suci peribadatan masa silam. (fen/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/