alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Gotong Royong sebagai Kunci Keberhasilan dalam Menghadapi Pandemi

TIDAK terasa saat ini sudah memasuki penghujung tahun 2021. Selama satu tahun ini, seluruh masyarakat Indonesia masih berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 memberikan dampak yang luar biasa di berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan hingga sosial ekonomi.

Dampak pandemi Covid-19 di bidang kesehatan yaitu turunnya tingkat kesehatan masyarakat karena banyak yang terpapar Covid-19. Selain itu, banyak masyarakat yang stres karena khawatir dan takut tertular. Sehingga membuat sistem imun semakin menurun. Dilansir dari laman https://covid19.go.id/peta-sebaran, jumlah total kasus Covid-19 di Indonesia sampai dengan 29 Desember 2021 sebanyak 4.262.361 kasus. Dan sebanyak 144.081 kasus meninggal dunia.

Pada bidang sosial ekonomi, pandemi Covid-19 memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan pada tahun 2020, perekonomian Indonesia sempat mengalami resesi. Data BPS pada Berita Resmi Statistik menyebutkan pada triwulan 2 tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 5,32 persen (yoy). Dan masih berlanjut hingga triwulan 4 tahun 2020 dengan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi sebesar 2,19 persen (yoy).

Memasuki tahun 2021, perekonomian Indonesia mulai menununjukkan perbaikan meskipun pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi sebesar 0,74 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini baru berhasil mencatatkan angka positif pada triwulan 2 tahun 2021, yaitu sebesar 7,07 persen. Hingga triwulan 3 tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren positif sebesar 3,51 persen.

Perjuangan menghadapi pandemi Covid-19 juga diupayakan oleh masyarakat dan Pemkab Mojokerto yang dibuktikan dengan keberhasilan Kabupaten Mojokerto keluar dari zona merah per 1 September 2021 (sumber: https://infocovid19.jatimprov.go.id/). Berdasarkan keterangan laman https://covid19.mojokertokab.go.id/ jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto sampai dengan 29 Desember 2021 tercatat sebanyak 8.098 kasus dan 231 di antaranya meninggal dunia. Sebagaimana halnya dengan yang terjadi di Indonesia, selain memberikan dampak yang besar terhadap aspek kesehatan pandemi Covid-19 ini juga memberikan dampak signifikan terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Di bidang sosial ekonomi, pada publikasi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mojokerto menurut Lapangan Usaha BPS pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto tahun 2020 terkontraksi sebesar 1,11 persen (yoy). Berbagai upaya dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto di masa pandemi Covid-19 menunjukkan hasil pada tahun 2021 yang dibuktikan dengan tren positif angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan 1 dan triwulan 2 tahun 2021 (yoy). Berita Resmi Statistik BPS Kabupaten Mojokerto menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto pada triwulan 1 sebesar 2,3 persen (yoy) dan pada triwulan 2 tahun 2021 berhasil mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 7,04 persen (yoy).

Baca Juga :  Peran Keluarga Meminimalisir Learning Loss Saat Pembelajaran Daring

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Kesehatan dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dalam beberapa cara. Individu yang sehat dapat meningkatkan produktivitasnya. Orang tua yang sehat dapat berpartisipasi dalam pekerjaan sehingga mampu memngumpulkan uang untuk menyediakan pangan bagi keluarganya. Anak-anak yang sehat akan mampu berprestasi di sekolah sehingga akan memengaruhi penghasilan di masa depan yang mendorong perekonomian secara makro. Di masa pandemi ini, perbaikan tingkat kesehatan sebanding dengan pertumbuhan ekonomi.

Masa-masa awal pandemi, yang mana pada saat tersebut kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam menghadapi Covid-19 masih terbatas. Belum ditemukannya vaksin Covid-19 dan kurangnya kesadaran masyarakat Kabupaten Mojokerto terhadap pentingnya menjaga kesehatan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto pada tahun 2020 terkontraksi.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam menghadapi pandemi yang diiringi dengan disalurkannya bantuan-bantuan kepada masyarakat. Selain itu, juga vaksin Covid-19 secara gratis serta didukung kesadaran masyarakat Kabupaten Mojokerto terhadap pentingnya vaksinasi dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan secara rutin, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas).

Pada tahun 2021, upaya pemerintah dalam menghadapi pandemi dengan dukungan masyarakat Kabupaten Mojokerto menunjukkan hasil. Meskipun pada pertengahan tahun 2021 terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 varian Delta, Kabupaten Mojokerto berhasil mencatatkan tren pertumbuhan ekonomi positif di triwulan 1 dan triwulan 2 tahun 2021. Jika pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto meningkat, maka tingkat pendapatan masyarakatnya juga akan meningkat. Dengan peningkatan pendapatan, masyarakat Kabupaten Mojokerto lebih baik dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat juga meningkat.     

Hingga saat ini, masih belum diketahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Keberhasilan dalam menghadapi pandemi ini tentunya perlu dipertahankan bahkan perlu untuk ditingkatkan. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan dalam menghadapi pandemi Covid-19, yaitu kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa dukungan dari masyarakat Kabupaten Mojokerto, upaya dan kebijakan apapun yang dilakukan pemerintah tidak akan membuahkan hasil. Misalnya dalam penerapan protokol kesehatan 5M, selain diperlukan pengawasan dari pemerintah, juga diperlukan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhinya. Semakin banyak masyarakat yang sadar dan disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M, semakin kecil peluang penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Pembalap Tour de Indonesia 2018 Diguyur Hujan hingga Finis

Saat ini pemerintah sedang menggalakkan program akselerasi vaksinasi Covid-19 yang bertujuan pada tercapainya herd immunity di masyarakat. Tujuan program akselerasi vaksinasi Covid-19 akan tercapai dengan diperluasnya pendistribusian vaksin Covid-19 dan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksin Covid-19 di masa pandemi ini. Efektivitas vaksin Covid-19 ini dapat dilihat dari keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 selama tahun 2021 ini. Dengan keberhasilan pengendalian sebaran Covid-19, saat ini masyarakat bisa lebih leluasa dalam beraktivitas dan melakukan mobilitas dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Keleluasaan masyarakat dalam beraktivitas tersebut turut merndorong peningkatan aktivitas ekonomi baik di level produsen, distributor, sampai konsumen sehingga dapat meningkatkan perekonomian.

Pandemi Covid-19 yang terkendali dengan baik di pengujung tahun 2021 ini merupakan momentum positif dalam menyongsong momen emas tahun 2022 untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut juga memunculkan optimisme masyarakat dalam menyambut tahun 2022. Pada tahun 2022 diperlukan upaya penanganan pandemi yang sistematis dan pelaksanaan program vaksinasi yang konsisten. Tantangan yang dihadapi dalam menghadapi pandemi Covid-19 kedepan adalah kecepatan, kedisiplinan dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Semakin cepat dan tanggap respon pemerintah terhadap kasus Covid-19, semakin cepat pandemi dapat teratasi. Dengan kedisiplinan dan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan sebaran Covid-19 lebih terkendali dan pertumbuhan ekonomi semakin meningkat.

Berbekal pengalaman selama hampir 2 tahun menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah dan masyarakat diharapkan lebih siap dalam menghadapi pandemi di tahun 2022. Sebagaimana agenda global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di sektor kesehatan pada tujuan 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan penduduk seluruh usia, semoga di tahun 2022 pemerintah dan masyarakat semakin berhasil dalam upaya pengendalian Covid-19. Juga peningkatan kesehatan masyarakat dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. Sehingga tercipta kesejahteraan masyarakat. (*)

*) Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Mojokerto

 

TIDAK terasa saat ini sudah memasuki penghujung tahun 2021. Selama satu tahun ini, seluruh masyarakat Indonesia masih berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 memberikan dampak yang luar biasa di berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan hingga sosial ekonomi.

Dampak pandemi Covid-19 di bidang kesehatan yaitu turunnya tingkat kesehatan masyarakat karena banyak yang terpapar Covid-19. Selain itu, banyak masyarakat yang stres karena khawatir dan takut tertular. Sehingga membuat sistem imun semakin menurun. Dilansir dari laman https://covid19.go.id/peta-sebaran, jumlah total kasus Covid-19 di Indonesia sampai dengan 29 Desember 2021 sebanyak 4.262.361 kasus. Dan sebanyak 144.081 kasus meninggal dunia.

Pada bidang sosial ekonomi, pandemi Covid-19 memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan pada tahun 2020, perekonomian Indonesia sempat mengalami resesi. Data BPS pada Berita Resmi Statistik menyebutkan pada triwulan 2 tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 5,32 persen (yoy). Dan masih berlanjut hingga triwulan 4 tahun 2020 dengan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi sebesar 2,19 persen (yoy).

Memasuki tahun 2021, perekonomian Indonesia mulai menununjukkan perbaikan meskipun pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi sebesar 0,74 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini baru berhasil mencatatkan angka positif pada triwulan 2 tahun 2021, yaitu sebesar 7,07 persen. Hingga triwulan 3 tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren positif sebesar 3,51 persen.

Perjuangan menghadapi pandemi Covid-19 juga diupayakan oleh masyarakat dan Pemkab Mojokerto yang dibuktikan dengan keberhasilan Kabupaten Mojokerto keluar dari zona merah per 1 September 2021 (sumber: https://infocovid19.jatimprov.go.id/). Berdasarkan keterangan laman https://covid19.mojokertokab.go.id/ jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto sampai dengan 29 Desember 2021 tercatat sebanyak 8.098 kasus dan 231 di antaranya meninggal dunia. Sebagaimana halnya dengan yang terjadi di Indonesia, selain memberikan dampak yang besar terhadap aspek kesehatan pandemi Covid-19 ini juga memberikan dampak signifikan terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Di bidang sosial ekonomi, pada publikasi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Mojokerto menurut Lapangan Usaha BPS pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto tahun 2020 terkontraksi sebesar 1,11 persen (yoy). Berbagai upaya dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto di masa pandemi Covid-19 menunjukkan hasil pada tahun 2021 yang dibuktikan dengan tren positif angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan 1 dan triwulan 2 tahun 2021 (yoy). Berita Resmi Statistik BPS Kabupaten Mojokerto menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto pada triwulan 1 sebesar 2,3 persen (yoy) dan pada triwulan 2 tahun 2021 berhasil mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 7,04 persen (yoy).

Baca Juga :  Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Gelar Damaran Budaya Bareng Ning Ita
- Advertisement -

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Kesehatan dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dalam beberapa cara. Individu yang sehat dapat meningkatkan produktivitasnya. Orang tua yang sehat dapat berpartisipasi dalam pekerjaan sehingga mampu memngumpulkan uang untuk menyediakan pangan bagi keluarganya. Anak-anak yang sehat akan mampu berprestasi di sekolah sehingga akan memengaruhi penghasilan di masa depan yang mendorong perekonomian secara makro. Di masa pandemi ini, perbaikan tingkat kesehatan sebanding dengan pertumbuhan ekonomi.

Masa-masa awal pandemi, yang mana pada saat tersebut kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam menghadapi Covid-19 masih terbatas. Belum ditemukannya vaksin Covid-19 dan kurangnya kesadaran masyarakat Kabupaten Mojokerto terhadap pentingnya menjaga kesehatan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto pada tahun 2020 terkontraksi.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam menghadapi pandemi yang diiringi dengan disalurkannya bantuan-bantuan kepada masyarakat. Selain itu, juga vaksin Covid-19 secara gratis serta didukung kesadaran masyarakat Kabupaten Mojokerto terhadap pentingnya vaksinasi dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan secara rutin, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas).

Pada tahun 2021, upaya pemerintah dalam menghadapi pandemi dengan dukungan masyarakat Kabupaten Mojokerto menunjukkan hasil. Meskipun pada pertengahan tahun 2021 terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 varian Delta, Kabupaten Mojokerto berhasil mencatatkan tren pertumbuhan ekonomi positif di triwulan 1 dan triwulan 2 tahun 2021. Jika pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto meningkat, maka tingkat pendapatan masyarakatnya juga akan meningkat. Dengan peningkatan pendapatan, masyarakat Kabupaten Mojokerto lebih baik dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat juga meningkat.     

Hingga saat ini, masih belum diketahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Keberhasilan dalam menghadapi pandemi ini tentunya perlu dipertahankan bahkan perlu untuk ditingkatkan. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan dalam menghadapi pandemi Covid-19, yaitu kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa dukungan dari masyarakat Kabupaten Mojokerto, upaya dan kebijakan apapun yang dilakukan pemerintah tidak akan membuahkan hasil. Misalnya dalam penerapan protokol kesehatan 5M, selain diperlukan pengawasan dari pemerintah, juga diperlukan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhinya. Semakin banyak masyarakat yang sadar dan disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M, semakin kecil peluang penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Penanganan Cepat, Ada Pemeriksaan Suhu dan Bagi Masker Gratis

Saat ini pemerintah sedang menggalakkan program akselerasi vaksinasi Covid-19 yang bertujuan pada tercapainya herd immunity di masyarakat. Tujuan program akselerasi vaksinasi Covid-19 akan tercapai dengan diperluasnya pendistribusian vaksin Covid-19 dan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksin Covid-19 di masa pandemi ini. Efektivitas vaksin Covid-19 ini dapat dilihat dari keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 selama tahun 2021 ini. Dengan keberhasilan pengendalian sebaran Covid-19, saat ini masyarakat bisa lebih leluasa dalam beraktivitas dan melakukan mobilitas dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Keleluasaan masyarakat dalam beraktivitas tersebut turut merndorong peningkatan aktivitas ekonomi baik di level produsen, distributor, sampai konsumen sehingga dapat meningkatkan perekonomian.

Pandemi Covid-19 yang terkendali dengan baik di pengujung tahun 2021 ini merupakan momentum positif dalam menyongsong momen emas tahun 2022 untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut juga memunculkan optimisme masyarakat dalam menyambut tahun 2022. Pada tahun 2022 diperlukan upaya penanganan pandemi yang sistematis dan pelaksanaan program vaksinasi yang konsisten. Tantangan yang dihadapi dalam menghadapi pandemi Covid-19 kedepan adalah kecepatan, kedisiplinan dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Semakin cepat dan tanggap respon pemerintah terhadap kasus Covid-19, semakin cepat pandemi dapat teratasi. Dengan kedisiplinan dan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan sebaran Covid-19 lebih terkendali dan pertumbuhan ekonomi semakin meningkat.

Berbekal pengalaman selama hampir 2 tahun menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah dan masyarakat diharapkan lebih siap dalam menghadapi pandemi di tahun 2022. Sebagaimana agenda global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di sektor kesehatan pada tujuan 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan penduduk seluruh usia, semoga di tahun 2022 pemerintah dan masyarakat semakin berhasil dalam upaya pengendalian Covid-19. Juga peningkatan kesehatan masyarakat dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. Sehingga tercipta kesejahteraan masyarakat. (*)

*) Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Mojokerto

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/