alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Full Team Lawan Trenggalek

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Liburan pergantian tahun baru, tak lantas mengistirahatkan para pecatur Kabupaten Mojokerto dari aktivitas rutinnya. Justru, meereka kian disibukkan dengan latihan untuk mempersiapkan performanya jelang sparing melawan Kabupaten Trenggalek, Januari nanti. Komposisi full team bakal diturunkan Pengkab Percasi Mojokerto untuk menguji seberapa jauh kualitas dan skill anak asuhnya sebelum diturunkan di Porprov tahun depan.

Seperti yang terlihat dalam latihan sore kemarin di Markas Percasi di komplek Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto. 12 pecatur terus menggelar sparing internal bersama pecatur senior.

Latihan kali ini berbeda dari sebelumnya. Di mana, nomor dan kelas yang dimainkan jauh lebih lengkap, Mulai dari catur klasik, cepat, dan kilat. Kategori atletnya pun juga beragam, mulai dari perorangan putra, perorangan putri, beregu putra, beregu putri, serta beregu campuran.

Baca Juga :  Bupati Tentukan Nasib Anggaran KPU

Penambahan nomor dan kategori pertandingan ini bukan tanpa alasan. 12 pecatur diminta lebih terbiasa menghadapi pertandingan dengan atmosfer ketat dan panas. Sehingga, saat turun di Porprov nanti, mereka sudah tidak canggung lagi.

Penerapan ini juga sudah sesuai dengan regulasi resmi yang diterapkan dalam Porprov tahun depan. ’’Sesuai dengan aturan Porprov, saat main di Trenggalek Januari nanti akan ada tiga kategori dan jenis pertandingan yang dimainkan,’’ ungkap Ketua Umum Pengkab Percasi Mojokerto, Winarno kemarin.

Pilihan Trenggalek sebagai lawan main juga bukannya tanpa latar belakang. Tim asal Kota Keripik Tempe ini memiliki track record prestasi yang tak bisa diremehkan. Yakni mampu merebut medali perunggu di Porprov tahun 2019 lalu. Artinya, dengan melawan atau bahkan mampu mengalahkannya, maka kualitas skill 12 pecatur putra/putri Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan pesat.

Baca Juga :  Seringkali Jadi Bahan Gunjingan, Hasil Swab Dicetak Banner

’’Di Porprov tahun 2019, tim putri beregunya (Trenggalek, Red) memperoleh perunggu. Jika yang catur kilat beregu putri mojokerto bisa mengalahkannya, berarti tim kami sudah ada peningkatan,’’ tegasnya.

Seperti diketahui, training center (TC) cabor catur sendiri sudah berjalan sejak tahun kemarin. Di mulai dengan seleksi lewat keikutsertaan di sirkuit internal, dilanjut dengan latihan regional, hingga mengerucut menjadi hanya 12 pecatur yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri. (far/ron)

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Liburan pergantian tahun baru, tak lantas mengistirahatkan para pecatur Kabupaten Mojokerto dari aktivitas rutinnya. Justru, meereka kian disibukkan dengan latihan untuk mempersiapkan performanya jelang sparing melawan Kabupaten Trenggalek, Januari nanti. Komposisi full team bakal diturunkan Pengkab Percasi Mojokerto untuk menguji seberapa jauh kualitas dan skill anak asuhnya sebelum diturunkan di Porprov tahun depan.

Seperti yang terlihat dalam latihan sore kemarin di Markas Percasi di komplek Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto. 12 pecatur terus menggelar sparing internal bersama pecatur senior.

Latihan kali ini berbeda dari sebelumnya. Di mana, nomor dan kelas yang dimainkan jauh lebih lengkap, Mulai dari catur klasik, cepat, dan kilat. Kategori atletnya pun juga beragam, mulai dari perorangan putra, perorangan putri, beregu putra, beregu putri, serta beregu campuran.

Baca Juga :  Komposisi Pemain U-19 Masih Kurang

Penambahan nomor dan kategori pertandingan ini bukan tanpa alasan. 12 pecatur diminta lebih terbiasa menghadapi pertandingan dengan atmosfer ketat dan panas. Sehingga, saat turun di Porprov nanti, mereka sudah tidak canggung lagi.

Penerapan ini juga sudah sesuai dengan regulasi resmi yang diterapkan dalam Porprov tahun depan. ’’Sesuai dengan aturan Porprov, saat main di Trenggalek Januari nanti akan ada tiga kategori dan jenis pertandingan yang dimainkan,’’ ungkap Ketua Umum Pengkab Percasi Mojokerto, Winarno kemarin.

Pilihan Trenggalek sebagai lawan main juga bukannya tanpa latar belakang. Tim asal Kota Keripik Tempe ini memiliki track record prestasi yang tak bisa diremehkan. Yakni mampu merebut medali perunggu di Porprov tahun 2019 lalu. Artinya, dengan melawan atau bahkan mampu mengalahkannya, maka kualitas skill 12 pecatur putra/putri Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan pesat.

Baca Juga :  Sampaikan Dakwah di Tengah Kemaksiatan
- Advertisement -

’’Di Porprov tahun 2019, tim putri beregunya (Trenggalek, Red) memperoleh perunggu. Jika yang catur kilat beregu putri mojokerto bisa mengalahkannya, berarti tim kami sudah ada peningkatan,’’ tegasnya.

Seperti diketahui, training center (TC) cabor catur sendiri sudah berjalan sejak tahun kemarin. Di mulai dengan seleksi lewat keikutsertaan di sirkuit internal, dilanjut dengan latihan regional, hingga mengerucut menjadi hanya 12 pecatur yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri. (far/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/