alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Bubuhi Daun Beluntas sebagai Penawar Getir

Menu makanan sehat terkadang kurang diminati masyarakat. Apalagi jika bahan bakunya dicitrakan pahit, tentu semakin dihindari. Akan tetapi di tangan pasangan Suprianto dan Siti Musholikah, citarasa pahit dalam masakan yang mereka sajikan justru memunculkan rasa lezat bagi penggemarnya. Bahkan, dianggap menjadi obat untuk bermacam penyakit.

Ya, Warung Nasi Jamu Pak Pri yang terletak di jalan Hayam Wuruk, Lingkungan Suronatan Baru, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini dikenal menjual menu makanan sehat. Dari namanya saja sudah mengandung kata jamu yang bermakna obat. Di mana, makanan yang dijual berasal dari tanaman herbal alami.

Akan tetapi, kandungan herbal yang tersaji dalam menu masakan mereka tak lantas diikuti dengan rasa pahit layaknya obat pil atau kapsul yang biasa diminum kala kita sakit. Supri dan Musholikah, pengelola Warung Nasi Jamu Pak Pri ternyata punya resep jitu yang bisa menetralisir rasa getir sayuran herbal tersebut. Yakni, dengan memanfaatkan daun Beluntas sebagai penawarnya.

Baca Juga :  Karyanya Dipesan Bule Amerika, Sempatkan Melukis di Sekolah Anak

Tanaman yang biasa tumbuh untuk pagar pekarangan ini olahan tambahan untuk sayuran oseng ontong (jantung pisang), pare, bunga pepaya gantung, dan daun pepaya gantung. ’’Saya buat sayur oseng-oseng, dan biar tidak pahit, dibubuhi daun luntas (beluntas). Dengan bahan baku sayuran berdaun pahit, justru punya khasiat seperti jamu,’’ terang Siti Musholikah.

Sebagai pelengkap, keempat jenis sayuran dikombinasikan dengan berbagai jenis lauk. Yang terdiri dari bermacam jenis ikan air tawar dan laut seperti ikan tuna, pindang, patin, pari hingga ikan gabus. Atau, bisa juga dengan lauk tempe, tahu dan telur yang dicampur dengan kuah lodeh. Nah, dari beberapa menu tersebut, nasi jamu Pak Pri diyakini bisa dijadikan obat untuk bermacam penyakit dalam.

Seperti menu oseng ontong yang diyakini bisa menyehatkan jantung. Lalu, daun pare untuk menetralisir kolesterol, darah tinggi, dan gula darah. Serta oseng daun pepaya gantung yang dipercaya untuk mengobati hipertensi. Tak hanya menu makanan, jenis minuman yang mereka jual juga berbahan herbal. Seperti kopi jahe, seduhan jeruk nipis, serta seduhan campuran dari jahe, sereh, dan kayu manis.

Baca Juga :  Diajak Asah Kepribadian, Table Manner dan Publik Speaking

’’Kadang bahan bakunya saya stok karena cukup susah untuk mencarinya. Apalagi saat pandemi seperti, justru banyak warga yang mencari sendiri,’’ tandasnya. Karena itulah Supri dan Musholikah hanya membuka warung nasinya terbatas, yakni mulai pukul 06.00 sampai pukul 10.00 atau 11.00 WIB. Selama hampir 20 tahun, pelanggan nasi jamu Pak Pri tidak hanya dari Mojokerto saja.

Warga dari Gresik dan Sidoarjo terkadang juga rela datang jauh-jauh hanya untuk menikmati nasi jamu buatan mereka. ’’Biasanya mereka telepon dulu kalau mau ke sini, Kebanyakan kalangan pegawai, polisi, TNI. Kami buka mulai pukul 6 pagi sampai habis, kalau Minggu libur,’’ pungkasnya. (far/fen)

Menu makanan sehat terkadang kurang diminati masyarakat. Apalagi jika bahan bakunya dicitrakan pahit, tentu semakin dihindari. Akan tetapi di tangan pasangan Suprianto dan Siti Musholikah, citarasa pahit dalam masakan yang mereka sajikan justru memunculkan rasa lezat bagi penggemarnya. Bahkan, dianggap menjadi obat untuk bermacam penyakit.

Ya, Warung Nasi Jamu Pak Pri yang terletak di jalan Hayam Wuruk, Lingkungan Suronatan Baru, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini dikenal menjual menu makanan sehat. Dari namanya saja sudah mengandung kata jamu yang bermakna obat. Di mana, makanan yang dijual berasal dari tanaman herbal alami.

Akan tetapi, kandungan herbal yang tersaji dalam menu masakan mereka tak lantas diikuti dengan rasa pahit layaknya obat pil atau kapsul yang biasa diminum kala kita sakit. Supri dan Musholikah, pengelola Warung Nasi Jamu Pak Pri ternyata punya resep jitu yang bisa menetralisir rasa getir sayuran herbal tersebut. Yakni, dengan memanfaatkan daun Beluntas sebagai penawarnya.

Baca Juga :  Berlatih demi Misi Penyelamatan

Tanaman yang biasa tumbuh untuk pagar pekarangan ini olahan tambahan untuk sayuran oseng ontong (jantung pisang), pare, bunga pepaya gantung, dan daun pepaya gantung. ’’Saya buat sayur oseng-oseng, dan biar tidak pahit, dibubuhi daun luntas (beluntas). Dengan bahan baku sayuran berdaun pahit, justru punya khasiat seperti jamu,’’ terang Siti Musholikah.

Sebagai pelengkap, keempat jenis sayuran dikombinasikan dengan berbagai jenis lauk. Yang terdiri dari bermacam jenis ikan air tawar dan laut seperti ikan tuna, pindang, patin, pari hingga ikan gabus. Atau, bisa juga dengan lauk tempe, tahu dan telur yang dicampur dengan kuah lodeh. Nah, dari beberapa menu tersebut, nasi jamu Pak Pri diyakini bisa dijadikan obat untuk bermacam penyakit dalam.

Seperti menu oseng ontong yang diyakini bisa menyehatkan jantung. Lalu, daun pare untuk menetralisir kolesterol, darah tinggi, dan gula darah. Serta oseng daun pepaya gantung yang dipercaya untuk mengobati hipertensi. Tak hanya menu makanan, jenis minuman yang mereka jual juga berbahan herbal. Seperti kopi jahe, seduhan jeruk nipis, serta seduhan campuran dari jahe, sereh, dan kayu manis.

Baca Juga :  Siapkan Sistem Marketplace, Sediakan Ruang Menyusui
- Advertisement -

’’Kadang bahan bakunya saya stok karena cukup susah untuk mencarinya. Apalagi saat pandemi seperti, justru banyak warga yang mencari sendiri,’’ tandasnya. Karena itulah Supri dan Musholikah hanya membuka warung nasinya terbatas, yakni mulai pukul 06.00 sampai pukul 10.00 atau 11.00 WIB. Selama hampir 20 tahun, pelanggan nasi jamu Pak Pri tidak hanya dari Mojokerto saja.

Warga dari Gresik dan Sidoarjo terkadang juga rela datang jauh-jauh hanya untuk menikmati nasi jamu buatan mereka. ’’Biasanya mereka telepon dulu kalau mau ke sini, Kebanyakan kalangan pegawai, polisi, TNI. Kami buka mulai pukul 6 pagi sampai habis, kalau Minggu libur,’’ pungkasnya. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/