alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Upaya Tingkatkan Kesehatan Peserta JKN lewat Skrining Riwayat Kesehatan

MANFAAT yang diterima peserta dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional adalah mencakup upaya kesehatan perorangan yang bersifat komprehensif sesuai dengan kebutuhan medis yang meliputi pelayanan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.

Salah satu pelayanan promotif dan preventif yang diberikan dalam konteks upaya kesehatan perorangan adalah melalui Skrining Riwayat Kesehatan.

Skrining Riwayat Kesehatan dapat dilakukan oleh peserta JKN-KIS yang berusia ≥ 15 tahun sebagai upaya pencegahan (primary prevention) terhadap risiko kesehatan diri. Skrining dilakukan minimal sekali setiap tahun, dengan mengisi pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga dan pola konsumsi makanan.

Pengisian pertanyaan Skrining Riwayat Kesehatan dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan, Chat Assistant BPJS Kesehatan (CHIKA), atau bisa dilaksanakan saat peserta berkunjung langsung ke FKTP jika peserta tidak memiliki akses daring.

Baca Juga :  Usung Semangat Revolusi Sepak Bola di Kota

Melalui Skrining Riwayat Kesehatan, Peserta JKN dapat mengetahui potensi risiko penyakit kronis sedini mungkin, meliputi penyakit diabetes mellitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner.

Selain itu, FKTP dapat melakukan pemetaan penyakit dan dapat segera menetapkan tata laksana yang tepat bagi peserta. Hal ini selaras dengan peran FKTP sebagai gatekeeper khususnya care coordinator sebagai upaya peningkatan mutu layanan kesehatan.

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2021, dari 2,2 juta peserta yang melakukan skrining riwayat kesehatan, terdapat 14% memiliki potensi risiko hipertensi, 6% risiko jantung koroner, 3% risiko ginjal kronik dan 3% risiko diabetes melitus. Peserta dengan potensi risiko penyakit ini dapat dilakukan intervensi dan tatalaksana oleh FKTP, sehingga mencegah risiko terjadinya penyakit.

Baca Juga :  Gagal Eksekusi Penalti, Krisna Adi Selebrasi Sujud Syukur

Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan upaya promotif preventif serta meningkatkan awareness terkait Skrining Riwayat Kesehatan, BPJS Kesehatan mengajak peserta melakukan Skrining Riwayat Kesehatan secara rutin 1 tahun sekali.

Dan, bagi FKTP untuk dapat meningkatkan jumlah layanan skrining bagi peserta yang terdaftar di FKTP-nya. BPJS Kesehatan juga meminta Peserta JKN termasuk anggota keluarganya untuk melakukan skrining secara mandiri.

Bagi peserta yang sudah mengunduh Aplikasi Mobile JKN akan muncul notifikasi pengisian skrining atau peserta dapat proaktif, langsung memilih fitur Skrining Riwayat Kesehatan. Bagi peserta yang menggunakan layanan Chat Asisstant BPJS Kesehatan CHIKA di Whatsapp, Telegram dan Facebook Messenger pada nomor 08118750400, peserta bisa mengisi pada pilihan fitur Skrining Riwayat Kesehatan.
(*)

MANFAAT yang diterima peserta dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional adalah mencakup upaya kesehatan perorangan yang bersifat komprehensif sesuai dengan kebutuhan medis yang meliputi pelayanan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.

Salah satu pelayanan promotif dan preventif yang diberikan dalam konteks upaya kesehatan perorangan adalah melalui Skrining Riwayat Kesehatan.

Skrining Riwayat Kesehatan dapat dilakukan oleh peserta JKN-KIS yang berusia ≥ 15 tahun sebagai upaya pencegahan (primary prevention) terhadap risiko kesehatan diri. Skrining dilakukan minimal sekali setiap tahun, dengan mengisi pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga dan pola konsumsi makanan.

Pengisian pertanyaan Skrining Riwayat Kesehatan dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan, Chat Assistant BPJS Kesehatan (CHIKA), atau bisa dilaksanakan saat peserta berkunjung langsung ke FKTP jika peserta tidak memiliki akses daring.

Baca Juga :  Mahfud: Kasus Brigadir Joshua Ibarat Tangani Orang Sulit Melahirkan

Melalui Skrining Riwayat Kesehatan, Peserta JKN dapat mengetahui potensi risiko penyakit kronis sedini mungkin, meliputi penyakit diabetes mellitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner.

Selain itu, FKTP dapat melakukan pemetaan penyakit dan dapat segera menetapkan tata laksana yang tepat bagi peserta. Hal ini selaras dengan peran FKTP sebagai gatekeeper khususnya care coordinator sebagai upaya peningkatan mutu layanan kesehatan.

- Advertisement -

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2021, dari 2,2 juta peserta yang melakukan skrining riwayat kesehatan, terdapat 14% memiliki potensi risiko hipertensi, 6% risiko jantung koroner, 3% risiko ginjal kronik dan 3% risiko diabetes melitus. Peserta dengan potensi risiko penyakit ini dapat dilakukan intervensi dan tatalaksana oleh FKTP, sehingga mencegah risiko terjadinya penyakit.

Baca Juga :  BNN Tembak Bandar narkoba yang Melawan Petugas

Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan upaya promotif preventif serta meningkatkan awareness terkait Skrining Riwayat Kesehatan, BPJS Kesehatan mengajak peserta melakukan Skrining Riwayat Kesehatan secara rutin 1 tahun sekali.

Dan, bagi FKTP untuk dapat meningkatkan jumlah layanan skrining bagi peserta yang terdaftar di FKTP-nya. BPJS Kesehatan juga meminta Peserta JKN termasuk anggota keluarganya untuk melakukan skrining secara mandiri.

Bagi peserta yang sudah mengunduh Aplikasi Mobile JKN akan muncul notifikasi pengisian skrining atau peserta dapat proaktif, langsung memilih fitur Skrining Riwayat Kesehatan. Bagi peserta yang menggunakan layanan Chat Asisstant BPJS Kesehatan CHIKA di Whatsapp, Telegram dan Facebook Messenger pada nomor 08118750400, peserta bisa mengisi pada pilihan fitur Skrining Riwayat Kesehatan.
(*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/