alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ingin Hidupkan Karang Taruna Kabupaten Mojokerto

Organisasi kepemudaan seperti karang taruna selama pandemi bak mati suri. Kondisi itu memantik keprihatinan Eko Sutrisno, anggota Komisi IV bidang olahraga dan kepemudaan DPRD Kabupaten Mojokerto. Politisi PKB ini percaya lewat organisasi kepemudaan ini beragam manfaat dapat diraih mulai pemberdayaan ekonomi hingga penanggulangan narkoba.

 Anggota Fraksi-PKB DPRD Kabupaten Mojokerto ini mengatakan, selama pandemi organisasi karang taruna mengalami kevakuman kegiatan. Meski begitu, secara personal, anggota karang taruna masih menjadi andalan di kampung-kampung. Terlebih dalam upaya penanganan Covid-19. ’’Selama ini vakum. Padahal, anggota karang taruna itu tidak tinggal diam saat pandemi. Mereka jadi ujung tombak penyemprotan desinfektan hingga posko Covid-19,’’ ujar dia.

Pria yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Ngoro ini menjelaskan, peran penting karang taruna secara organisasilah yang tenggelam saat pandemi. Praktis, tidak ada kegiatan yang diinisiasi karang taruna yang notabene dihuni anak-anak muda di kampung. ’’Anak-anak muda di karang taruna ini sebenarnya bisa dimaksimalkan. Hanya saja, perhatian dari yang berwenang itu sangat kurang,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Pung Bongkar Kriteria Pendamping

Seiring masih berlangsungnya pandemi, sambung Eko, bermunculan masalah-masalah sosial dan ekonomi di desa. Nah, problem tersebut sebenarnya dapat dipenetrasi oleh karang taruna. Baik berupa bidang ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga upaya penanggulangan narkoba.

Pihaknya pun mendorong agar pemerintah daerah hingga pemerintah desa kembali mengalokasikan anggaran bagi karang taruna. Mulai tingkat kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa. ’’Saya berharap perhatian dari pemda baik anggaran hingga sarana prasarana ditingkatkan kepada karang taruan yang ada di 18 kecamatan,’’ dorongnya.

Termasuk pula, tandas Eko, dukungan perhatian dari tingkat pemerintah desa. Dirinya menginginkan agar kepala desa bisa bersinergi dengan pemuda-pemudi di karang taruna. ’’Sehingga, karang taruna dapat alokasi di dana desa. Agar, kegiatan pemberdayaan pemuda dapat dimaksimalkan. Mulai pelatihan usaha, pengajaran keterampilan, pemberian modal, hingga pelatihan terkait bahaya narkoba,’’ tegas  dia

Baca Juga :  Momentum Kemajuan Riset dan Inovasi Dalam Negeri

Adanya perhatian baik pemberdayaan, pelatihan olahraga, hingga keagamaan bagi pemuda, hemat Eko, merupakan bagian upaya mencerdaskan anak bangsa. Mengingat, kalangan pemuda adalah generasi penerus yang harus disiapkan dan didorong kemajuannya. ’’Penekanan kita juga, dengan adanya perhatian, akidah dan ahlak mereka yang juga generasi penerus ini dapat terjaga,’’ tukas Eko.

Yang tak kalah pentingnya, masih kata anggota dewan asal Kecamatan Ngoro ini, dari organisasi kepemudaan bisa bermunculan gagasan baru. Yang mana, gagasan-gagasan tersebut sejalan dengan perkembangan zaman. Contohnya, ide di bidang teknologi informasi (IT) yang sekarang ini tengah melaju pesat.

Untuk mengawali geliat karang taruna, Eko mengaku tengah mengadakan turnamen futsal bagi anggota karang taruna di Kecamatan Ngoro. Setiap karang taruna desa diminta mengirimkan dua tim untuk mengikuti turnamen tersebut. ’’Ini upaya kami untuk kembali menggeliatkan karang taruna. Diawali dengan turnamen olahraga. Diikuti seluruh desa di Ngoro,’’ pungkas Eko. (fen)

Organisasi kepemudaan seperti karang taruna selama pandemi bak mati suri. Kondisi itu memantik keprihatinan Eko Sutrisno, anggota Komisi IV bidang olahraga dan kepemudaan DPRD Kabupaten Mojokerto. Politisi PKB ini percaya lewat organisasi kepemudaan ini beragam manfaat dapat diraih mulai pemberdayaan ekonomi hingga penanggulangan narkoba.

 Anggota Fraksi-PKB DPRD Kabupaten Mojokerto ini mengatakan, selama pandemi organisasi karang taruna mengalami kevakuman kegiatan. Meski begitu, secara personal, anggota karang taruna masih menjadi andalan di kampung-kampung. Terlebih dalam upaya penanganan Covid-19. ’’Selama ini vakum. Padahal, anggota karang taruna itu tidak tinggal diam saat pandemi. Mereka jadi ujung tombak penyemprotan desinfektan hingga posko Covid-19,’’ ujar dia.

Pria yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Ngoro ini menjelaskan, peran penting karang taruna secara organisasilah yang tenggelam saat pandemi. Praktis, tidak ada kegiatan yang diinisiasi karang taruna yang notabene dihuni anak-anak muda di kampung. ’’Anak-anak muda di karang taruna ini sebenarnya bisa dimaksimalkan. Hanya saja, perhatian dari yang berwenang itu sangat kurang,’’ jelas dia.

Baca Juga :  80 Persen Kartu Tani Tersalurkan

Seiring masih berlangsungnya pandemi, sambung Eko, bermunculan masalah-masalah sosial dan ekonomi di desa. Nah, problem tersebut sebenarnya dapat dipenetrasi oleh karang taruna. Baik berupa bidang ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga upaya penanggulangan narkoba.

Pihaknya pun mendorong agar pemerintah daerah hingga pemerintah desa kembali mengalokasikan anggaran bagi karang taruna. Mulai tingkat kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa. ’’Saya berharap perhatian dari pemda baik anggaran hingga sarana prasarana ditingkatkan kepada karang taruan yang ada di 18 kecamatan,’’ dorongnya.

Termasuk pula, tandas Eko, dukungan perhatian dari tingkat pemerintah desa. Dirinya menginginkan agar kepala desa bisa bersinergi dengan pemuda-pemudi di karang taruna. ’’Sehingga, karang taruna dapat alokasi di dana desa. Agar, kegiatan pemberdayaan pemuda dapat dimaksimalkan. Mulai pelatihan usaha, pengajaran keterampilan, pemberian modal, hingga pelatihan terkait bahaya narkoba,’’ tegas  dia

Baca Juga :  Membaca Buku Ibarat Bernafas
- Advertisement -

Adanya perhatian baik pemberdayaan, pelatihan olahraga, hingga keagamaan bagi pemuda, hemat Eko, merupakan bagian upaya mencerdaskan anak bangsa. Mengingat, kalangan pemuda adalah generasi penerus yang harus disiapkan dan didorong kemajuannya. ’’Penekanan kita juga, dengan adanya perhatian, akidah dan ahlak mereka yang juga generasi penerus ini dapat terjaga,’’ tukas Eko.

Yang tak kalah pentingnya, masih kata anggota dewan asal Kecamatan Ngoro ini, dari organisasi kepemudaan bisa bermunculan gagasan baru. Yang mana, gagasan-gagasan tersebut sejalan dengan perkembangan zaman. Contohnya, ide di bidang teknologi informasi (IT) yang sekarang ini tengah melaju pesat.

Untuk mengawali geliat karang taruna, Eko mengaku tengah mengadakan turnamen futsal bagi anggota karang taruna di Kecamatan Ngoro. Setiap karang taruna desa diminta mengirimkan dua tim untuk mengikuti turnamen tersebut. ’’Ini upaya kami untuk kembali menggeliatkan karang taruna. Diawali dengan turnamen olahraga. Diikuti seluruh desa di Ngoro,’’ pungkas Eko. (fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/