alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Dukungan Calon Independen Masih Nol

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keseriusan dua bakal pasangan calon (bacalon) dari jalur independen yang akan running di pilkada kian diragukan. Sebab, hingga saat ini, tak selembar pun syarat dukungan yang diinput dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

Di KPU Kabupaten Mojokerto, terdapat tiga figur yang mengambil formulir pencalonan dari jalur perseorangan. Mereka adalah Edi Wiliang, yang mengaku sebagai seorang pengusaha dan budayawan asal Dlanggu.

Edi kini telah berpasangan dengan Eka Setya Hari Suci alias Eci. Sedangkan, bacalon perseorangan lainnya, Subagya Martasentana-Defri Ervanda Krismianto, serta seorang perempuan asal Dlanggu Damiatul Alfiyah.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif mengatakan, hingga pukul 17.00 kemarin, tak satupun syarat dukungan yang diunggah para paslon tersebut. ’’Masih kosong. Tidak ada satu pun,’’ ungkapnya kemarin.

Padahal, KPU telah mengeluarkan username dan password sejak awal Januari lalu. Sementara, batasan pengiriman syarat duukungan terakhir, 23 Februari nanti. ’’Dua bacalon sudah memiliki username dan password Silon. Kami juga tidak tahu apa kendalanya,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Sajian Kopi Berasa Kasih Ayah

Arif menegaskan, KPU tak akan memberikan toleransi bagi bacalon independen yang tak mampu memenuhi syarat minimal dukungan. Di pilkada 2020 ini, KPU telah menetapkan jumlah minimal syarat dukungan mencapai 62.338 orang. ’’Kalau sampai batas akhir tidak terpenuhi, maka akan kami masukkan dalam daftar TMS (tidak memenuhi syarat),’’ bebernya.

Dukungan sebanyak itu dengan perhitungan 7,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 831.172. ’’DPT ini yang terakhir kali digunakan dalam momen pilpres dan pileg 2019 lalu,’’ jelasnya. Penetapan jumlah ini, kata Arif, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 dan PKPU Nomor 3 Tahun 2017. Di aturan ini, kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang tercatat di DPT lebih dari 500 ribu sampai 1 juta, maka harus didukung paling sedikit 7,5 persen. Arif menerangkan, dari jumlah itu, penyebaran dukungan harus terjadi di 10 kecamatan atau lebih 50 persen dari jumlah kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Jujukan Hunian Orang Asing, Jadi Pusat Pemerintahan Kabupaten

’’Kalau di Kabupaten Mojokerto terdapat 18 kecamatan, maka penyebaran syarat dukungan itu kami tetapkan 10 kecamatan,’’ imbuh Koordinator Divisi Teknis dan Data tersebut.Syarat dukungan minimal itu berupa kartu tanda penduduk (KTP) elektronik yang dilampiri formulir B1 saat diserahkan ke KPU.

Sementara itu, selain munculnya tiga nama bakal calon dari jalur independen, sejumlah figur dari jalur parpol juga terus mencuat. Di antaranya, Bupati Mojokerto Pungkasiadi yang tercatat sebagai incumbent, kepala Dinas Koperasi dan UKM Yoko Priyono, pensiunan PNS Dispenda Jatim Purwo Santoso, PNS aktif BKKBN Kusnan Hariadi, serta terakhir istri mantan bupati Mojokerto MKP, Ikfina Fahmawati, yang duet dengan Muhammad Al Barra. 

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Keseriusan dua bakal pasangan calon (bacalon) dari jalur independen yang akan running di pilkada kian diragukan. Sebab, hingga saat ini, tak selembar pun syarat dukungan yang diinput dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

Di KPU Kabupaten Mojokerto, terdapat tiga figur yang mengambil formulir pencalonan dari jalur perseorangan. Mereka adalah Edi Wiliang, yang mengaku sebagai seorang pengusaha dan budayawan asal Dlanggu.

Edi kini telah berpasangan dengan Eka Setya Hari Suci alias Eci. Sedangkan, bacalon perseorangan lainnya, Subagya Martasentana-Defri Ervanda Krismianto, serta seorang perempuan asal Dlanggu Damiatul Alfiyah.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif mengatakan, hingga pukul 17.00 kemarin, tak satupun syarat dukungan yang diunggah para paslon tersebut. ’’Masih kosong. Tidak ada satu pun,’’ ungkapnya kemarin.

Padahal, KPU telah mengeluarkan username dan password sejak awal Januari lalu. Sementara, batasan pengiriman syarat duukungan terakhir, 23 Februari nanti. ’’Dua bacalon sudah memiliki username dan password Silon. Kami juga tidak tahu apa kendalanya,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Didirikan sebagai Tempat Bermukim Ahli Agama

Arif menegaskan, KPU tak akan memberikan toleransi bagi bacalon independen yang tak mampu memenuhi syarat minimal dukungan. Di pilkada 2020 ini, KPU telah menetapkan jumlah minimal syarat dukungan mencapai 62.338 orang. ’’Kalau sampai batas akhir tidak terpenuhi, maka akan kami masukkan dalam daftar TMS (tidak memenuhi syarat),’’ bebernya.

- Advertisement -

Dukungan sebanyak itu dengan perhitungan 7,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 831.172. ’’DPT ini yang terakhir kali digunakan dalam momen pilpres dan pileg 2019 lalu,’’ jelasnya. Penetapan jumlah ini, kata Arif, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 dan PKPU Nomor 3 Tahun 2017. Di aturan ini, kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang tercatat di DPT lebih dari 500 ribu sampai 1 juta, maka harus didukung paling sedikit 7,5 persen. Arif menerangkan, dari jumlah itu, penyebaran dukungan harus terjadi di 10 kecamatan atau lebih 50 persen dari jumlah kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Bacalon Independen Lempar Handuk

’’Kalau di Kabupaten Mojokerto terdapat 18 kecamatan, maka penyebaran syarat dukungan itu kami tetapkan 10 kecamatan,’’ imbuh Koordinator Divisi Teknis dan Data tersebut.Syarat dukungan minimal itu berupa kartu tanda penduduk (KTP) elektronik yang dilampiri formulir B1 saat diserahkan ke KPU.

Sementara itu, selain munculnya tiga nama bakal calon dari jalur independen, sejumlah figur dari jalur parpol juga terus mencuat. Di antaranya, Bupati Mojokerto Pungkasiadi yang tercatat sebagai incumbent, kepala Dinas Koperasi dan UKM Yoko Priyono, pensiunan PNS Dispenda Jatim Purwo Santoso, PNS aktif BKKBN Kusnan Hariadi, serta terakhir istri mantan bupati Mojokerto MKP, Ikfina Fahmawati, yang duet dengan Muhammad Al Barra. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/