alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Dipanggil Komdis PSSI, Jamal Yastro Sakit

MOJOKERTO – Upaya banding yang dilayangkan PS Mojokerto Putra (PSMP) atas sanksi larangan bemain di Liga 2 musim 2019 rupanya tak menghentikan langkah Komdis PSSI dalam melanjutkan kasus match fixing yang mereka tuduhkan.

Bagaimana tidak, Komdis PSSI ternyata kembali memanggil salah satu komponen tim The Lasmojo musim 2018 untuk dimintai keterangan perihal kasus pengaturan skor.

Yakni, sang juru racik tim, Jamal Yastro, setelah sebelumnya salah satu penggawanya, Krisna Adi, yang dipanggil namun dikabarkan mangkir. Sama seperti Krisna, pemanggilan pertama Jamal di kantor PSSI kemarin rupanya tak dapat dipenuhi.

Jamal berhalangan datang lantaran tengah tergolek sakit sejak sepekan lalu. Sehingga harus bedress atau istirahat total di rumah tanpa aktivitas berat. ’’Ya memang ada pemanggilan dari Komdis PSSI. Baru ada email masuk dari PSSI untuk pelatih pagi kemarin,’’ terang Muhammad Sholeh, kuasa hukum PSMP saat dihubungi Jawa Pos Radar Mojokerto.

Baca Juga :  Upgrade Alkes, RSUD Habiskan Ratusan Juta

Meski tak dapat memenuhi panggilan, bukan berarti tidak ada iktikad baik yang ditunjukkan Jamal. Di mana, pelatih yang kini tinggal di Sidoarjo itu telah mengonfirmasikan bahwa dirinya benar-benar sakit, dengan melampirkan surat keterangan dari dokter tempatnya dirawat.

Kondisi itu berbeda dengan Krisna yang sama sekali tidak ada keterangan soal ketidakhadirannya. Bahkan, ketika manajemen atau pengurus hendak mengonfirmasikan pemanggilannya sebanyak empat kali, tidak satupun yang sampai ke telinga pemain bernomor punggung 9 itu.

Tak ayal, mangkirnya Krisna membuat PSSI bertindak tegas dengan menghukum mantan pemain PSIM ini dilarangan bermain di lapangan hijau seumur hidup. ’’Beda, kalau pelatih kita sudah mengonfirmasi dan memang benar-benar sakit. Mungkin pekan depan kalau memungkinkan pasti akan kita penuhi panggilannya,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Pameran Flora, Hadirkan Ragam Tanaman hingga Edukasi Bercocok Tanam

Kendati demikian, Sholeh cukup mempertanyakan perihal pemanggilan yang disebutnya kurang objektif itu. Pasalnya, upaya pemanggilan terhadap pelatih ternyata baru diluncurkan setelah PSMP dijatuhi hukuman. Sementara baik pengurus maupun manajemen belum sekalipun dipanggil PSSI dalam kaitannya match fixing.

’’Kalau tim yang dihukum, lalu mengapa pengurusnya tidak dipanggil. Kok justru pemain dan pelatih yang dipanggil. Itupun pemanggilan Jamal setelah tim dijatuhi hukuman. Mengapa kok tidak saat sebelum putusan sanksi. Seperti ada logika terbalik yang dilakukan komdis,’’ seloroh Sholeh. (far/ris)

 

MOJOKERTO – Upaya banding yang dilayangkan PS Mojokerto Putra (PSMP) atas sanksi larangan bemain di Liga 2 musim 2019 rupanya tak menghentikan langkah Komdis PSSI dalam melanjutkan kasus match fixing yang mereka tuduhkan.

Bagaimana tidak, Komdis PSSI ternyata kembali memanggil salah satu komponen tim The Lasmojo musim 2018 untuk dimintai keterangan perihal kasus pengaturan skor.

Yakni, sang juru racik tim, Jamal Yastro, setelah sebelumnya salah satu penggawanya, Krisna Adi, yang dipanggil namun dikabarkan mangkir. Sama seperti Krisna, pemanggilan pertama Jamal di kantor PSSI kemarin rupanya tak dapat dipenuhi.

Jamal berhalangan datang lantaran tengah tergolek sakit sejak sepekan lalu. Sehingga harus bedress atau istirahat total di rumah tanpa aktivitas berat. ’’Ya memang ada pemanggilan dari Komdis PSSI. Baru ada email masuk dari PSSI untuk pelatih pagi kemarin,’’ terang Muhammad Sholeh, kuasa hukum PSMP saat dihubungi Jawa Pos Radar Mojokerto.

Baca Juga :  Yang Muda Percantik Diri, Yang Tua Investasi
- Advertisement -

Meski tak dapat memenuhi panggilan, bukan berarti tidak ada iktikad baik yang ditunjukkan Jamal. Di mana, pelatih yang kini tinggal di Sidoarjo itu telah mengonfirmasikan bahwa dirinya benar-benar sakit, dengan melampirkan surat keterangan dari dokter tempatnya dirawat.

Kondisi itu berbeda dengan Krisna yang sama sekali tidak ada keterangan soal ketidakhadirannya. Bahkan, ketika manajemen atau pengurus hendak mengonfirmasikan pemanggilannya sebanyak empat kali, tidak satupun yang sampai ke telinga pemain bernomor punggung 9 itu.

Tak ayal, mangkirnya Krisna membuat PSSI bertindak tegas dengan menghukum mantan pemain PSIM ini dilarangan bermain di lapangan hijau seumur hidup. ’’Beda, kalau pelatih kita sudah mengonfirmasi dan memang benar-benar sakit. Mungkin pekan depan kalau memungkinkan pasti akan kita penuhi panggilannya,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Buruh Pabrik Sulap Limbah Palet Jadi Kuade

Kendati demikian, Sholeh cukup mempertanyakan perihal pemanggilan yang disebutnya kurang objektif itu. Pasalnya, upaya pemanggilan terhadap pelatih ternyata baru diluncurkan setelah PSMP dijatuhi hukuman. Sementara baik pengurus maupun manajemen belum sekalipun dipanggil PSSI dalam kaitannya match fixing.

’’Kalau tim yang dihukum, lalu mengapa pengurusnya tidak dipanggil. Kok justru pemain dan pelatih yang dipanggil. Itupun pemanggilan Jamal setelah tim dijatuhi hukuman. Mengapa kok tidak saat sebelum putusan sanksi. Seperti ada logika terbalik yang dilakukan komdis,’’ seloroh Sholeh. (far/ris)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/