alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Rambut Klimis Bikin Manis

RAMBUT bukan hanya mahkota bagi wanita, tapi juga bagi pria. Tak jarang pria masakini mulai merawat rambut untuk menunjang penampilan dihadapan publik atau pergaulan. Salah satunya dengan pemakaian pomade sebagai cream panata rambut. Seperti apa perawatannya?

Dulu, pria hanya mengenal cream minyak rambut untuk menampilkan rambut mereka agar lebih tertata dan rapi. Tak jarang, pria justru lebih pede dengan rambut tertata rapi meski harus menggunakan cream khusus. Hingga banyak pria yang akhirnya merelakan warna rambutnya memudar lantaran terlalu banyak menggunakan bahan khusus itu.

Akan tetapi, pergeseran style rambut pria tampaknya terus berkembang seiring dengan suplemen tambahan yang tak kalah membuat rambut jadi keren. Ya, masuknya Pomade atau suplemen rambut ke Indonesia ternyata cukup digemari kaum lelaki, terutama bagi mereka yang bersentuhan dengan publik demi menunjang penampilannya.

Baca Juga :  Ajang Uji Mental Pebiliar

Produk asal Amerika itu ternyata dinilai mampu menjadikan rambut menjadi lebih klimis dan wangi. Bahan bakunya yang alami juga dinilai cukup mempengaruhi pergaulan lelaki di antara kaum sosialita.

Pernyataan itu yang dibenarkan Agastya Yoga, ABG asal Perumahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, kota Mojokerto. Agas, sapaan akrabnya mengaku telah menggunakan pomade sejak awal kemunculannya di Indonesia tahun 2012 silam. ’’Karena rambutku lurus dan keras, jadinya wajib pakai pomade. Khususnya bagi rambut yang sulit ditata dan kurang hitam, lebih baik pakai pomade,’’ ungkapnya.

Dilihat dari fungsinya, Pomade sebenarnya tak lebih jauh dengan cream lain seperti wax. Hanya saja, bahan-bahan pembuatannya yang alami membuat Pomade lebih digandrungi. Bahan-bahan itu pencampuran antara minyak kelapa, wax, lanolin, dan wewangian.

Di sini, wewangian menjadi salah satu komponen yang cukup diperhitungkan. Sebab, aroma khas rambut mencerminkan kepribadian pemakainya. ’’Aromanya macam-macam, terserah dan sesuka hati pemakainya,’’ imbuh Alumnus IPDN ini.

Baca Juga :  Persem Menolak Menyerah

Namun demikian, suplemen tetap saja membawa efek samping. Pomade sendiri ada dua macam berdasarkan bahan peruntukkannya, yakni oil based (bahan dasar minyak) dan water based (bahan dasar air).

Nah, untuk oil based sebaiknya digunakan bagi pria yang aktifitasnya berada di dalam ruangan. Hal ini agar pomade tidak mudah luntur saat terkena sinar matahari. Namun bagi pria yang beraktifitas di lapangan, sebaiknya memakai water based agar kondisi rambut tambah basah dan klimis.

’’Kalau yang water based memang khusus untuk yang bekerja di luar ruangan. Jangan pakai yang oil karena kalau terkena sinar matahair akan luntur dan meresap ke dalam kulit rambut dan wajah. Disitu biasanya mengakibatkan jerawat,’’ pungkasnya.

RAMBUT bukan hanya mahkota bagi wanita, tapi juga bagi pria. Tak jarang pria masakini mulai merawat rambut untuk menunjang penampilan dihadapan publik atau pergaulan. Salah satunya dengan pemakaian pomade sebagai cream panata rambut. Seperti apa perawatannya?

Dulu, pria hanya mengenal cream minyak rambut untuk menampilkan rambut mereka agar lebih tertata dan rapi. Tak jarang, pria justru lebih pede dengan rambut tertata rapi meski harus menggunakan cream khusus. Hingga banyak pria yang akhirnya merelakan warna rambutnya memudar lantaran terlalu banyak menggunakan bahan khusus itu.

Akan tetapi, pergeseran style rambut pria tampaknya terus berkembang seiring dengan suplemen tambahan yang tak kalah membuat rambut jadi keren. Ya, masuknya Pomade atau suplemen rambut ke Indonesia ternyata cukup digemari kaum lelaki, terutama bagi mereka yang bersentuhan dengan publik demi menunjang penampilannya.

Baca Juga :  Menantu Berani dengan Ibu Mertua

Produk asal Amerika itu ternyata dinilai mampu menjadikan rambut menjadi lebih klimis dan wangi. Bahan bakunya yang alami juga dinilai cukup mempengaruhi pergaulan lelaki di antara kaum sosialita.

- Advertisement -

Pernyataan itu yang dibenarkan Agastya Yoga, ABG asal Perumahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, kota Mojokerto. Agas, sapaan akrabnya mengaku telah menggunakan pomade sejak awal kemunculannya di Indonesia tahun 2012 silam. ’’Karena rambutku lurus dan keras, jadinya wajib pakai pomade. Khususnya bagi rambut yang sulit ditata dan kurang hitam, lebih baik pakai pomade,’’ ungkapnya.

Dilihat dari fungsinya, Pomade sebenarnya tak lebih jauh dengan cream lain seperti wax. Hanya saja, bahan-bahan pembuatannya yang alami membuat Pomade lebih digandrungi. Bahan-bahan itu pencampuran antara minyak kelapa, wax, lanolin, dan wewangian.

Di sini, wewangian menjadi salah satu komponen yang cukup diperhitungkan. Sebab, aroma khas rambut mencerminkan kepribadian pemakainya. ’’Aromanya macam-macam, terserah dan sesuka hati pemakainya,’’ imbuh Alumnus IPDN ini.

Baca Juga :  Tanpa Efek Samping, Manfaatkan Air Sirih, Belerang, dan Tembakau

Namun demikian, suplemen tetap saja membawa efek samping. Pomade sendiri ada dua macam berdasarkan bahan peruntukkannya, yakni oil based (bahan dasar minyak) dan water based (bahan dasar air).

Nah, untuk oil based sebaiknya digunakan bagi pria yang aktifitasnya berada di dalam ruangan. Hal ini agar pomade tidak mudah luntur saat terkena sinar matahari. Namun bagi pria yang beraktifitas di lapangan, sebaiknya memakai water based agar kondisi rambut tambah basah dan klimis.

’’Kalau yang water based memang khusus untuk yang bekerja di luar ruangan. Jangan pakai yang oil karena kalau terkena sinar matahair akan luntur dan meresap ke dalam kulit rambut dan wajah. Disitu biasanya mengakibatkan jerawat,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/