alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Mainan atau Teman

Boneka identik sebagai mainan bagi anak kecil dan kaum hawa. Bentuknya yang lucu, imut dan menggemaskan membuat mereka ingin mengoleksi dalam jumlah banyak. Tak sekadar koleksi, biasanya boneka juga dianggap seperti teman bermainnya.

Di kalangan artis atau publik figur, mulai hype memelihara boneka arwah atau spirit doll. Si pemilik bisa berinteraksi dengan boneka layaknya manusia. Sehingga berpotensi menjadi teman hidup. Bahkan, menjadi aneh ketika si pemilik akhirnya cemas, sedih hingga depresi ketika boneka tersebut rusak atau hilang. Padahal, sejatinya, boneka hanyalah sebuah mainan untuk menghilangkan rasa stress atau sekadar hiburan belaka di kala senggang.

Hal inipun diakui Frinsisca Cristy Octaviane De Prosi, yang sudah belasan tahun mengoleksi boneka. ABG asal Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan ini mengaku, hobi bermain boneka karena kesan lucu, empuk dan menggemaskan. Sehingga, bisa dijadikan teman saat tidur. ’’Karena enak buat dipeluk dan bisa jadi bantal. Biasanya sebelum tidur main boneka dulu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Melukis Corona Effect, Bikin Komik untuk Edukasi

Gadis 18 tahun ini pun menganggap boneka hanyalah alatnya bermain belaka, bukan untuk dijadikan teman layaknya manusia betulan. Meski sebenarnya potensi tersebut terbuka bagi kolektor yang memiliki gangguan mental. ’’Boneka nyaman buat teman tidur dan jika sedang galau bisa dijadikan penenang sementara dengan dipeluk,’’ ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Vanne ini juga tidak identik pada satu bentuk boneka. Ratusan koleksinya justru terdiri dari bermacam karakter, khususnya kartun mulai dari teddy bear, hello kitty, mariposa, pokemon dan bermacam karakter lainnya.

Justru boneka dengan karakter manusia seperti barbie cenderung minim. ’’Jatuhnya malah takut. Sebenarnya lucu, tapi takut ada sesuatunya. Padahal spirit doll rata-rata bentuknya cantik-cantik dan lucu,’’ tegas mahasiswi semester II Jurusan Manajemen Bisnis ini.

Baca Juga :  Ambil Alih Bank Mayora dan Dirikan BNI Modal Ventura

Pun demikian soal harga. Vanne tak mematok budget khusus jika ingin mengoleksinya. Bahkan, ratusan koleksinya justru harganya bervariasi, mulai dari murah sampai mahal.

Ia juga tidak memperlakukan bonekanya secara khusus, cukup ditata rapi di kamar sudah cukup. ’’Belinya dari online shop atau kado hadiah dari teman-teman pas ultah. Harganya mulai Rp 30 ribu sampe Rp 300 ribu,’’ pungkasnya. (far/ron)

 

Boneka identik sebagai mainan bagi anak kecil dan kaum hawa. Bentuknya yang lucu, imut dan menggemaskan membuat mereka ingin mengoleksi dalam jumlah banyak. Tak sekadar koleksi, biasanya boneka juga dianggap seperti teman bermainnya.

Di kalangan artis atau publik figur, mulai hype memelihara boneka arwah atau spirit doll. Si pemilik bisa berinteraksi dengan boneka layaknya manusia. Sehingga berpotensi menjadi teman hidup. Bahkan, menjadi aneh ketika si pemilik akhirnya cemas, sedih hingga depresi ketika boneka tersebut rusak atau hilang. Padahal, sejatinya, boneka hanyalah sebuah mainan untuk menghilangkan rasa stress atau sekadar hiburan belaka di kala senggang.

Hal inipun diakui Frinsisca Cristy Octaviane De Prosi, yang sudah belasan tahun mengoleksi boneka. ABG asal Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan ini mengaku, hobi bermain boneka karena kesan lucu, empuk dan menggemaskan. Sehingga, bisa dijadikan teman saat tidur. ’’Karena enak buat dipeluk dan bisa jadi bantal. Biasanya sebelum tidur main boneka dulu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Istriku Kecantol Pria Lain karena Harta

Gadis 18 tahun ini pun menganggap boneka hanyalah alatnya bermain belaka, bukan untuk dijadikan teman layaknya manusia betulan. Meski sebenarnya potensi tersebut terbuka bagi kolektor yang memiliki gangguan mental. ’’Boneka nyaman buat teman tidur dan jika sedang galau bisa dijadikan penenang sementara dengan dipeluk,’’ ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Vanne ini juga tidak identik pada satu bentuk boneka. Ratusan koleksinya justru terdiri dari bermacam karakter, khususnya kartun mulai dari teddy bear, hello kitty, mariposa, pokemon dan bermacam karakter lainnya.

Justru boneka dengan karakter manusia seperti barbie cenderung minim. ’’Jatuhnya malah takut. Sebenarnya lucu, tapi takut ada sesuatunya. Padahal spirit doll rata-rata bentuknya cantik-cantik dan lucu,’’ tegas mahasiswi semester II Jurusan Manajemen Bisnis ini.

Baca Juga :  Persem Mojokerto Tatap Liga 2 Indonesia
- Advertisement -

Pun demikian soal harga. Vanne tak mematok budget khusus jika ingin mengoleksinya. Bahkan, ratusan koleksinya justru harganya bervariasi, mulai dari murah sampai mahal.

Ia juga tidak memperlakukan bonekanya secara khusus, cukup ditata rapi di kamar sudah cukup. ’’Belinya dari online shop atau kado hadiah dari teman-teman pas ultah. Harganya mulai Rp 30 ribu sampe Rp 300 ribu,’’ pungkasnya. (far/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/